Polisi Ringkus Dukun Cabul yang Kerjai Biduan Dangdut

0
496
Polisi ringkus dukun cabul (Istimewa)

MARGONDA– Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok meringkus seorang pria yang telah mencabuli sejumlah wanita dengan modus ritual untuk meningkatkan daya pikat. Salah satu korbannya adalah biduan dangdut lokal.

AS alias CA (49 tahun) dibekuk polisi dikediamannya di kawasan Cipayung, Depok pada Kamis dini hari, 25 Juni 2020. Dari hasil pemeriksaan sementara, jumlah korbannya empat orang wanita.

Modus pelaku, ialah memandikan korbannya dengan air kembang tujuh rupa yang kemudian dilakukan ritual dengan membaca mantra. Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengungkapkan, selain iming-iming mampu meningkatkan daya pikat, pelaku juga mengklaim ritualnya itu dapat mensucikan para korban dari aura negatif.

“Dimana pencabulan menggunakan operandi mandi kembang ya, dengan membujuk para korban seakan-akan dia memiliki kemampuan mensucikan para korban. Kemudian para korban itu datang ke tempat si pelaku ini,” kata Azis pada awak media tadi pagi.

Pada penyidik CA mengaku, dirinya mendapat kemampuan mistis itu dari keluarga. “Katanya dia mendapat kemampuan turun menurun mensucikan orang dengan mandi kembang. Tapi ketika mandi kembang itu korban yang kebanyakan adalah perempuan itu ditawarkan buka baju untuk lebih suci begitu,” jelas Azis

Namun polisi menduga kuat itu hanyalah akal-akalan CA untuk melampiaskan nafsu bejatnya. “Pada saat buka baju korban dijamah, bahkan mohon maaf diperlakukan tidak wajar di bagian intimnya. Itu berjalan sudah satu setengah tahun.”

Dari hasil pemeriksaan sementara, korbannya bejumlah empat orang wanita. Salah satu di antaranya ada yang terjebak karena ingin sukses di dunia musik dangdut. “Biasanya setelah ritual itu pelaku akan berkata pada korban jangan bilang siapa-siapa, nanti kena tulahnya (akibatnya). Setelah itu pelaku pun keluar dari kamar mandi,” kata Azis

Atas perbuatannya itu, CA diancam dengan jeratan pasal 289 tentang pencabulan yang ancamannya 9 tahun kurungan penjara. Kasusnya kini dalam penyelidikan lebih lanjut. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here