Polisi Gulung 25 Bandit dan Pembunuh di Depok

Polres Metro Depok ungkap sejumlah kasus kejahatan (Istimewa)

MARGONDA– Polres Metro Depok berhasil meringkus sebanyak 25 pelaku kejahatan yang kerap berulah dengan sejumlah kasus diantaranya, pencurian dengan kekerasan (perampok), pencurian kendaraan bermotor atau curanmor hingga pelaku pembunuhan.

Kapolres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengungkapkan, sejumlah bandit jalanan itu adalah target operasi Satuan Reskrim (Satreskrim) selama dua pekan terakhir, di periode Oktober 2019.

“Mereka ini ada pemain lama dan baru. Namun kami masih tetap lakukan pendalaman kepada pelaku-pelaku ini,” katanya pada wartawan, Kamis 31 Oktober 2019

Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku rata-rata mengaku baru beraksi sekali-dua kali. Namun polisi tak percaya begitu saja dan akan terus mendalami proses penyelidikan terhadap para tersangka.

“Tentunya kami tidak percaya begitu saja, karena bisa jadi mereka ini melibatkan jaringan yang lebih besar,” ujarnya

Azis mengatakan, mayoritas pelaku curanmor bukanlah warga Depok. Namun, mereka kerap menargetkan Kota Depok dalam aksinya karena beberapa faktor, salah satunya adalah maraknya parkir liar.

“Karena mungkin disini parkiran liar juga cukup banyak kemudian ada beberapa kantung kantung parkir juga tidak ada penjagaan yang cukup sehingga memudahkan bagi pelaku untuk melakukan aksinya. Titik rawannya itu di area pertokoan, kampus dan sentra kegiatan masyarakat.”

Lebih lanjut dirinya mengatakan, dalam satu bulan pihaknya mendapat laporan sedikitnya lima kasus curanmor. “Rata-rata bisa lima sampai sepuluh laporan. Tapi akhir-akhir ini sudah mulai menurun karena kami terus lakukan tidakan tegas,” tuturnya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Deddy Kurniawan mengakui pengungkapan kasus curanmor terbilang cukup sulit. Sebab ada pergeseran pola serta jaringan dalam kasus tersebut.

“Kalau curanmor itu hampir semua orang bisa, jadi kita terus terang jaringan curanmor ini agak susah untuk mengungkap jaringannya,” katanya

Faktor lain yang membuat kasus ini sulit untuk diungkap, kata Deddy, ialah sistem yang digunakan pelaku berbeda karena telah mengikuti perkembangan teknologi.

“Kalau dulu kita mudah melacak karena biasanya ada penadah ada jaringannya. Nah kalau sekarang ambil sendiri jual sendiri dengan sistem COD (Cash On Delivery), ini yang agak rumit melacak para pelakunya.”

Namun demikian Deddy berjanji pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya yang berulah di wilayah hukum Polres Metro Depok.

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga berhasil menyita sejumlah alat bukti kejahatan diantaranya, senjata tajam, pistol air gun, motor dan sejumlah ponsel. (rul)