Polisi Duga Pria yang Serang PLN Alami Gangguan Jiwa, Ini Sebabnya

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi, Yogen Heroes Baruno duga penyerang kontrakan PLN alami gangguan jiwa (DepokToday.com)
Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi, Yogen Heroes Baruno duga penyerang kontrakan PLN alami gangguan jiwa (DepokToday.com)

DepokToday- Luki Fahrizal (30 tahun), pria yang melakukan aksi penyerangan dan pengrusakan mobil operasional PLN, di kawasan Kemiri Muka, Beji, Depok diduga mengalami gangguan kejiwaan. Saat beraksi, pelaku sempat meneriakan takbir dan menyebut-nyebut nama Presiden RI. Joko Widodo (Jokowi).

“Kita mlihat ada dugaan kemungkinan gangguan kejiwaan maka kami kirim yang bersangkutan untuk menjalani tes observasi kejiwaan di Rumah Sakit Polri,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi, Yogen Heroes Baruno pada awak media, Sabtu 13 November 2021.

Baca Juga: Tempat Ini Gratiskan Layanan Seks 30 Menit Demi Percepat Vaksinasi

Adapun dugaan tersebut, jelas Yogen, pelaku kerap berbicara melantur dan berteriak tanpa alasan yang jelas.

“Jadi memang saat diperiksa di kita jawaban-jawaban si pelaku itu nggak jelas, dan juga teriak-teriak di ruangan, makanya dugaan awal seperti itu (gangguan kejiwaan),” tuturnya.

Namun demikian, lanjut Yogen, pihaknya akan memastikan kondisi kejiwaan pelaku setelah 14 hari observasi. Ia juga mengatakan bahwa pihak PLN telah melaporkan kasus ini secara resmi.

“Kalau benar (gangguan jiwa) akan kita lepaskan, tapi kalau tidak akan kita lanjutkan dengan ancaman Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan yang ancamannya 2 tahun penjara,” katanya.

Baca Juga: Bumbu Dapur Ini Ampuh Mengatasi Sakit Jantung, Lambung Hingga Pikun

Dengan kondisi pelaku saat ini, kata Yogen, pihaknya pun belum mengetahui secara pasti motif penyerangan tersebut. “Kayanya sejauh ini motifnya nggak ada, hanya marah-marah dan nyerang nggak jelas.”

Kronologi Pria Ngamuk Serang Kontrakan PLN

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Yogen Heroes Baruno mengungkapkan, kejadian itu bermula ketika pelaku masuk ke kontrakan PLN di kawasan Kemiri Muka, Beji Depok.

Saat itu, pelaku meminta izin untuk numpang shalat dan dizinkan oleh saksi bernama Drian.

“Setelah shalat pelaku sempat mengobrol dengan saksi Drian dan saksi Benaso Daeli. Kemudian pelaku minta air putih dan diberikan oleh saksi. Selanjutnya pelaku minta izin merokok, dan diijinkan juga oleh saksi tersebut,” katanya

Teriak Jokowi

Setelah itu, lanjut Yogen, pelaku sempat meminta izin untuk menyetel musik, namun tidak diperbolehkan oleh saksi Benaso. Karena merasa ada yang janggal, saksi kemudian meminta KTP pelaku.

“Dan dalam perbincangan pelaku mengatakan tujuan ke Depok lalu tujuan ke Purwakarta dan selanjutnya pelaku menanyakan alamat saksi Ilham, lalu ke Benaso menjawab Kristen,” ujarnya.

Pemuda ini ngamuk serang PLN dan warga hingga akhirnya dilumpuhkan Tim Jaguar (Foto: Instagram)
Pemuda ini ngamuk serang PLN dan warga hingga akhirnya dilumpuhkan Tim Jaguar (Foto: Instagram)

Baca Juga: BEM dan Dosen Kembali Demo Tolak Statuta UI, Ini Ancamannya

Entah apa motifnya, tiba-tiba pelaku mengancam para saksi.

“Dia bilang saya panah kamu, langsung saksi Benaso kabur. Ternyata dia mengejar semua dan mau memanah orang-orang,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, pelaku bahkan sempat menyebut-nyebut nama Presiden RI. Joko Widodo (Jokowi), sambil meneriakan takbir.

Baca Juga: Garong Satroni Tiga Sekolah di Tapos, Satu Penjaga Luka Parah

Pelaku kemudian memecahkan kaca depan mobil PLN dengan menggunakan alat berupa paralon dan memukul ke kaca mobil beberapa kali sampai paralon pecah.

Warga yang ketakutan langsung menghubungi polisi. Dan tak butuh waktu lama, pria misterius tersebut akhirnya berhasil diamankan polisi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. (rul/*)