Polisi Cegat Pengendara yang Sok-sokan Pakai Strobo, Nih 3 Kesalahannya

Polisi amankan sejumlah knalpot bising di Depok. Selain itu polisi juga merazia penggunaan lampu strobo yang tidak sesuai peruntukannya (DepokToday.com)
Polisi amankan sejumlah knalpot bising di Depok. Selain itu polisi juga merazia penggunaan lampu strobo yang tidak sesuai peruntukannya (DepokToday.com)

DepokToday- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok terpaksa mengamankan seorang pengendara sepeda motor karena kedapatan memakai lampu strobo, layaknya petugas. Ia ditindak ketika melintas di Jalan Margonda pada Minggu 26 September 2021.

Tindakan tegas itu dilakukan oleh Kanit Turjawali, Satlantas Polres Metro Depok, AKP Firdaus. Pengendara motor yang tidak diketahui identitasnya itu pun akhirnya dikenakan sanksi tilang karena menggenakan lampu strobo yang tidak sesuai peruntukannya.

Aksi ini sempat direkam hingga akhirnya viral di media sosial. Lantas apa sajakah pelanggaran terkait hal itu?

Disitat dari auto2000, sedikitnya ada tiga kesalahan yang harus dipahami oleh pengendara jika memasang lampu strobo. Berikut ulasannya:

1.Menyalahi Aturan Negara

Alasan pertama jelas tidak bisa dibantah. Penggunaan lampu strobo ternyata sudah diatur oleh negara melalui Undang-Undang.

Aturan ini tercantum lengkap pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Undang-Undang tersebut mengatur bahwa terdapat tiga jenis lampu strobo yang penggunaannya terbatas.

*Lampu isyarat warna biru dan sirene yang berbunyi, terbatas penggunaannya untuk kendaraan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI).

*Lampu isyarat warna merah dan sirene yang berbunyi, terbatas penggunaannya untuk mobil jenazah, mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, serta Palang Merah Indonesia (PMI).

*Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene yang berbunyi, penggunaannya terbatas untuk pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan dan angkutan mogok di tengah jalan, perawatan dan pembersihan jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), serta kendaraan dan angkutan barang khusus.

Kesalahan Pakai Strobo

2.Mengganggu pengendara lain

Lampu strobo memiliki warna yang mencolok dan mudah menarik perhatian. Saat kendaraan dengan lampu strobo lewat, besar kemungkinan Anda akan menoleh dan mencari tahu.

Baca Juga: Serangan Jantung dan Panic Attack Berbeda, Gini Cara Atasinya

Jika dipakai oleh mobil pribadi tentu hal ini jelas akan mengganggu pengendara dan pengguna jalan lainnya. Konsentrasi saat berkendara akan terpecah hanya karena sebuah lampu.

Selain itu, lampu strobo juga sangat mengganggu penglihatan. Letaknya yang berada di atas atap kendaraan atau di atas dashboard mobil membuat lampu strobe sejajar dengan mata pengemudi di jalur berlawanan.

Kondisi ini tentu akan membahayakan karena pengemudi lain bisa merasa silau saat berkendara.

3.Memicu Tindakan Tidak Bertanggung Jawab

Penggunaan lampu strobo pada kendaraan pribadi juga rentan menimbulkan tindakan tidak bertanggung jawab. Terlebih, lampu strobo dengan isyarat yang sama dengan mobil-mobil khusus rentan memicu arogansi pengguna kendaraan bermotor.

Misalnya, menyalakan lampu strobo untuk menerobos lampu merah atau menyela kendaraan lain saat terjadi kemacetan.

Baca Juga: Terungkap! Ibu dan Anak di Gema Pesona Sempat Minum Cairan Ini Sebelum Tewas

Padahal, semua pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan. Tindakan seperti menerobos lampu merah atau menyela kemacetan jelas bertentangan dengan itu.

Risiko terjadi kecelakaan atau kerusakan sarana dan prasarana lalu lintas akan meningkat jika lampu strobo disalahgunakan.

Sanksi Pelanggar

Jika masih tetap nekat menggunakan dan menyalahgunakan produk lampu strobo, pelanggar akan dikenakan sanksi.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Pasal 287 Ayat 4, orang yang menyalahgunakan lampu isyarat kendaraan akan dikenai sanksi pidana berupa hukuman kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000. (rul/*)