Polisi Buru Wartawan Bodrek yang Berulah di Depok, Gini Modusnya

Ilustrasi wartawan bodrek (Foto: Istimewa)
Ilustrasi wartawan bodrek (Foto: Istimewa)

DepokToday- Polisi sedang memburu sejumlah wartawan bodrek alias abal-abal yang telah melakukan pemerasan di sejumlah daerah, salah satunya di Kota Depok. Dari kasus ini, petugas telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.

“Ada dua tersangka yang kita tangkap. Sedangkan tiga tersangka lainnya masih DPO (Daftar Pencarian Orang),” kata Kapolres Bogor, AKBP Harun dikutip DepokToday.com dari Antara pada Senin 4 Oktober 2021.

Adapun dua tersangka tersebut masing-masing berinisial JES (45 tahun0 dan JN (46 tahun). Kemudian, tiga orang lainnya yang masih diburu bernisial FS, FBS, dan HS.

Menurut catatan polisi, mereka sudah beraksi sedikitnya 37 kali di enam daerah berbeda dengan hasil pemerasan terhadap korban-korbannya mencapai sekira Rp 500 juta.

Baca Juga: Viral, Satu Keluarga Kepergok Mencuri Handphone di RTM Cimanggis

Para pelaku, kata Harun, pernah beraksi di wilayah Bogor Kota, Depok, Bekasi, Karawang, Jakarta Timur, dan Kabupaten Bogor. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Bogor ada delapan kecamatan yaitu Cileungsi, Gunungputri, Cibinong, Citereup, Sukaraja, Cisarua, Megamendung, dan Ciawi.

Modus Wartawan Bodrek

Modus yang digunakan wartawan bodrek ini ialah dengan cara mengawasi beberapa korban dengan sasaran mencari-cari kesalahan. Setelah itu, mereka akan mendatangi korbannya untuk diperas.

“Kalau tidak memberikan uang pelaku mengancam akan disebarkan di medianya. Untuk para sasaran korbannya ialah ASN, kemudian ada beberapa profesi, dan BUMN, itu yang menjadi sasaran dari tersangka,” katanya.

Baca Juga: Heboh! Baliho Pemkot Depok Salah Sebut HUT TNI, Kadiskominfo Pasang Badan

Dan biasanya, komplotan ini juga menggunakan modus menanyakan soal anggaran dan kemudian menakut-takuti korban untuk kemudian diperas.

Terkait hal itu, Harun meminta para ASN, kepala dinas, camat hingga lurah agar berani melapor jika ada wartawan gadungan yang berusaha memeras. Ia menegaskan bakal memproses wartawan bodrek yang meresahkan. (rul/*)