Polisi Bekuk Komplotan Penipu yang Gasak Susu Rp 90 Juta

Polisi ringkus pelaku penipuan (istimewa)

MARGONDA– Satuan Reskrim Polres Metro Depok berhasil meringkus kawanan pelaku penipuan dengan barang bukti 150 dus kaleng susu senilai Rp 90 juta. Untuk meyakinkan korbannya, komplotan ini bahkan sempat menyewa kantor yang ternyata hanya disewa beberapa saat.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menuturkan, ada tiga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ini. Mereka masing-masing berinisial JSK, MTW dan SLY.

Modusnya, pelaku SLY mengaku bekerja di PT Tunggal Nusa Raya memesan 150 kardus susupada korbannya yang merupakan sales marketing PT. CAD Pangan Mandiri.

“Saat itu pelaku melakukan pemesanan sebanyak 150 karton dan keesokan harinya dikirim ke alamat kantor pelaku,” kata Azis pada Jumat 5 Juni 2020

Kemudian, transaksi untuk pemesanan itu diberikan dengan cara pembayaran melalui cek senilai Rp 90 juta. “Dikarenakan pembayaran pada Jumat beberapa waktu lalu, pelaku modusnya terburu-buru. Pelaku mengajak korban ke bank untuk mencairkan, namun terjadi kegagalan,” jelas Azis

Tidak sampai disitu, pelaku bersama korban kemudian melakukan pengecekan lain di sejumlah bank, dan terjadi hal yang sama. Dikarenakan mengalami kegagalan, pelaku mengajak korban untuk mencairkan cek tersebut pada hari lainnya dan korban menyetujui hal tersebut.

“Pada hari esoknya, korban mengecek barang yang di kirim ke gudang milik pelaku. Sesampainya disana, barang milik korban telah tidak ada dan ternyata telah diperjual belikan oleh pelaku,” beber Azis

Merasa curiga, korban kemudian melakukan pemeriksaan pada cek yang diberikan pelaku. Ternyata cek tersebut palsu dan spesimen tidak cocok.

“Disini ternyata terjadi tindak pidana seakan-akan transaksi betulan dan hanya ingin menguasai barang. Bahkan rekening tersebut tidak ada dan nama PT yang dugunakan pelaku tidak terdaftar,” ucap Azis

Tak hanya itu saja, dari hasil penyidikan pun terungkap, kantor yang digunakan pelaku merupakan kantor kontrakan. “Jadi modusnya setelah barang dikirim langsung dipindahkan, kantor tersebut kosong.”

Ketiga tersangka dibekuk polisi di tempat persembunyiannya masing-masing di kawasan Mekarasari, Cileungsi dan Perum Alam Sentul Babakan Madang, Bogor.  Atas kejadian ini, ketiga tersangka dijerat Pasal 378 junto 372 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.(rul/*)