Polisi Awasi Tempat Wisata Depok yang Masih Ramai Pengunjung

Sejumlah tempat wisata di Kota Depok ramai dikunjungi wisatawan pada hari ketiga libur Idul Fitri, Sabtu 15 Mei 2021. (Depoktoday.com)
Sejumlah tempat wisata di Kota Depok ramai dikunjungi wisatawan pada hari ketiga libur Idul Fitri, Sabtu 15 Mei 2021. (Depoktoday.com)

SAWANGAN- Polisi kembali menertibkan sejumlah tempat wisata di Kota Depok yang masih dipadati wisatawan pada hari ke empat libur Idul Fitri, Minggu 16 Mei 2021. Salah satunya yang jadi sorotan adalah wahana bermain air Putri Duyung di wilayah Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

“Kolam renang Pasir Putih sudah kita tutup karena sudah memenuhi batas dari yang ditentukan yakni 30 persen,” kata Kapolsek Sawangan AKP Rio Tobing.

Rio menegaskan, penutupan tempat wisata itu tidak dilakukan secara total, namun disesuaikan dengan jumlah batas pengunjung. Kemudian, mereka yang hendak menikmati wahana air tersebut wajib menerapkan protokol kesehatan.

Untuk memastikan keamanan dan penerapan protokol kesehatan, sejumlah tempat wisata di Kota Depok dijaga ketat aparat gabungan Polri dan SatpolPP.

“Tadi tidak penuh karena dilakukan pembatasan,” ujar Rio.

Baca Juga: Tempat Wisata Depok Ramai Pengunjung, Netizen Sindir Larangan Mudik 

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok telah mendatangi lokasi kolam renang Putri Duyung, kemarin.

Aparat penegak peraturan daerah itu terpaksa bertindak tegas karena pengelola wisata tersebut sempat melanggar aturan, utamanya soal kapasitas pengunjung yang tidak sesuai protokol kesehatan.

“Kami datang menindaklanjuti info situasi kolam renang yang penuh,” kata Kepala Satpol PP Kota Depok, Linda Ratna Nurdianny.

Tindakan Satpol PP

Terkait hal itu, untuk sementara pihak pengelola hanya diberikan sanksi teguran secara tertulis.

“Pengelola sudah diminta mengatur kapasitas dan sebagian disuruh pulang. Kami juga sudah berikan peringatan teguran tertulis,” katanya

Linda mengimbau, agar masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi kepentingan bersama.

“Jangan sampai terjadi lonjakan kasus karena kita abai dengan kesehatan sendiri dan orang lain,” ujarnya. (rul/*)