Polisi Ancam Sita Motor Pelaku Balap Liar GDC  

Warga GDC bentangkan spanduk peringatan untuk pelaku balap liar (Istimewa)

CILODONG- Aksi balap liar yang belakangan kerap terjadi di Jalan Boulevard, kawasan elit Grand Depok City (GDC), Cilodong, telah membuat resah warga.

Selain karena suara bising knalpot dan aksi kebut-kebutan pengendara motor, aksi ilegal itu juga telah menyebabkan kecelakaan.

“Ini (balap liar) meresahkan ya, sering terjadi kecelakan. Belum lama itu ada cewek ketabrak, enggak tahu deh selamat atau gimana,” kata salah satu petugas keamanan setempat, Jamal, Senin 1 Februari 2021

Baca Juga: Lacak COVID-19, TNI-Polri Gencar Rapid Test Warga Depok

Menurut dia, aksi balap liar terjadi sejak Jalan Boulevard kembali mulus usai diperbaiki.

“Biasanya paling sering malam Minggu sama sore. Balap liar terjadi sejak jalan ini mulus.”

Saking jengkelnya, warga pun mulai melakukan penjagaan di sekitar lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar tersebut. Tak hanya itu saja, warga juga memasang spanduk berisi peringatan terhadap para pelakunya.

“Sejak kejadian pengurus (warga) pada komplain, makanya di pasang spanduk ini. Kami berharap dgn adanya spanduk ini tidak ada balap liar,” kata Jamal

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi, M. Indra Waspada mengakui, ada laporan terkait balap liar di kawasan GDC.

“Terkait hal itu kami sudah berkoordinasi dengan Polsek setempat, mulai Minggu kemarin kita melaksanakan patroli skala besar untuk mengantisipasi kegiatan balap liar,” ujarnya

Pria yang akrab disapa Indra itu mengatakan, selain berpotensi menimbukan terjadinya pidana dan kecelakaan, balap liar juga dapat berdampak pada pelanggaran protokol kesehatan, karena menyebabkan kerumanan massa dan itu memicu terjadinya penyebaran COVID-19.

“Sekali lagi kami juga mengimbau pada masyarakat agar tidak main hakim sendiri, silahkan bila menemukan adanya kegiatan balap liar, segera laporkan pada Polsek setempat atau pun Polres,” katanya

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi, M. Indra Waspada (Istimewa)

Lebih lanjut Indra mengatakan, pelaku balap liar dapat diancam dengan sanksi pidana.

“Jadi bila nanti kita menemukan adanya kegiatan balap liar di lokasi tersebut, tetunya kendaraan akan kami amankan.”

Hal itu, kata Indra, sesuai dengan program 100 hari kerja Kapolri, Jenderal Listyo Sigit dan instruksi Direktorat Lalu Lintas.

“Berdasarkan perintah dari Dirlantas, apabila menemukan pelanggaranbyang menyebabkan korban meninggal dunia, dalma hal ini berkaitan dengan balap liar dan meresahkan masyarakat, kami siap melaksanakan penindakan balap liar tersebut.”

Kemudian, untuk mencegah adanya aksi balap liar, Polisi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok berencana memasang penahan batas kecepatan.

“Dalam hal ini bahasa awamnya polisi tidur, atau pita kejut. Insya Allah kita akan lakukan pemasangan di awal bulan depan,” kata Indra. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here