Polisi Amankan Empat Orang Diduga Pemasok Amunisi ke Pimpinan KKB

TNI-Polri kejar KKB Papua (Foto: Istimewa)
TNI-Polri kejar KKB Papua (Foto: Istimewa)

DepokToday – Diduga akan dipasok ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), tim penyidik gabungan Polres Mimika bersama Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi menyelidiki lebih dari 600 butir amunisi ukuran 5,56 milimeter yang ditemukan belum lama ini.

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata menjelaskan, sudah ada empat orang yang diamankan.  Mereka yang diamankan diduga pelaku yang terlibat dalam sindikat jual beli amunisi tersebut. “Kami sudah amankan empat orang,” ucap dia di Timika, seperti disitat dari JPNN.com.

Pihaknya masih melakukan koordinasi untuk mencari tahu sumber amunisi itu. “Sampai sekarang kami masih terus selidiki,” jelas dia.

Era menjelaskan, tiga dari empat warga itu diamankan aparat Satgas Nemangkawi di Timika pada Kamis 30 September lalu.  Salah satu pelaku berinisial AB ditangkap di rumahnya yang ada di Jalan Pendidikan Jalur 7 Timika. Dari tangan AB, aparat menyita 255 butir amunisi ukuran 5,56 mm dan satu unit sepeda motor tanpa nomor polisi.

AB mengaku sebelumnya pernah menjual amunisi sebanyak 350 butir kepada seseorang yang diketahui berinisial KG melalui perantara inisial BS.

Menindaklanjuti keterangan AB, Tim Satgas Nemangkawi kemudian menciduk BS di Jalan Sam Ratulangi Timika.  Selanjutnya, Satgas Nemangkawai menangkap KG di Jalan Hasanuddin Timika.

Peluru yang dibelinya dari AB disimpan di kandang babi miliknya di Jalan Hasanudin. Tim Satgas Nemangkawi kemudian membawa KG ke lokasi peternakan babi di Jalan Hasanuddin, dan menemukan 349 butir amunisi ukuran 5,56 mm.

Baca Juga: Waduh, Teluk Jakarta Tercemar Kandungan Tinggi Paracetamol, Bagaimana Dampaknya?

Turut diamankan bersama ratusan butir amunisi tersebut yaitu satu unit mobil Daihatsu Terios bernomor polisi PA-1689-MJ.  Total amunisi yang diamankan Tim Satgas Nemangkawi dari berbagai tempat di Timika saat itu sebanyak 604 butir.

KG mengungkapkan bahwa ratusan butir amunisi itu rencananya akan dijual ke pimpinan KKB Nduga Egianus Kogoya. Egianus Kogoya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepolisian diketahui menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas sejumlah kasus kekerasan bersenjata dan pembunuhan di wilayah Nduga.

Salah satu yang paling menghebohkan yaitu kasus pembunuhan puluhan pekerja PT Istaka Karya, perusahaan kontraktor yang mengerjakan jalan dan jembatan ruas Trans Papua pada 2 Desember 2018. (lala/*)