Polda Jabar dan Polres Bogor Gagalkan 5,4 Kilo Sabu Beredar

Barang bukti narkotika jenis sabu yang digagalkan Polda Jabar beredar di wilayah Jawa Barat. (Istimewa)
Barang bukti narkotika jenis sabu yang digagalkan Polda Jabar beredar di wilayah Jawa Barat. (Istimewa)

DepokToday – Direktorat Narkotika Polda Jabar bekerjasama dengan Polres Bogor menggagalkan upaya peredaran narkotika golongan satu jenis sabu di wilayah hukumnya.

Sedikitnya ada 5,6 kilogram sabu diamankan petugas dalam operasi tersebut dan tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Erdi Ardimulan Chaniago mengatakan, pengungkapan itu bermula dari penangkapan seorang tersangka inisial OP (32) seorang karyawan supermarket di Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Tersangka OP ditangkap di Kota Bekasi berikut barang bukti sabu seberat 5,24 kilogram yang telah di kemas kedalam plastik teh cina berwarna hijau yang bertuliskan GuanYinWang dan 3 buah timbangan digital,” kata Erdi dalam keterangan persnya, Jumat 5 November 2021.

Erdi mengatakan, OP mengaku mendapatkan barang dari DA yang saat ini masih dilakukan pengejaran dan setiap melakukan penjualan, ia diberi imbalan Rp 10 juta untuk tiap satu kilogram.

“DA masih DPO. Tersangka OP  mengaku, dari satu kilo sabu yang terjual, ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10 juta,” kata Erdi.

Selanjutnya, kata Erdi, dilakukan pengembangan dan menangkap seorang ibu rumah tangga inisial DS (46) di rumahnya di wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor, dengan barang bukti seberat 13,21 gram dan satu buah timbangan digital.

“Dari pengakuannya, DS diperintahkan suaminya AS (DPO) untuk mengedarkan sabu. Yang kemudian dari hasil penjualan satu gram sabu ia diberikan imbalan sebesar Rp 500 ribu,” kata Erdi.

“Sementara itu satu tersangka lainnya yaitu EN (46) yang bekerja sebagai tukang ojek kita amankan saat melakukan peredaran narkotika dengan barang bukti lima bungkus plastik klip berisikan narkotika jenis sabu seberat 169,07 gram,” tambahnya.

Erdi mengatakan, modus operandi ketiga tersangka dalam mengedarkan barang haram tersebut memiliki kesamaan, yakni dengan sistem tempel atau menyimpannya di suatu tempat yang kemudian nantinya akan di ambil oleh si pemesan.

Sementera itu, Dirnarkoba Polda Jabar Komisaris Besar Rudy Ahmad Sudrajat mengatakan, sabu yang diungkap ini berasal dari Cina, yang dipasok lewat laut melalui Aceh lalu di distribusikan ke Medan, Jakarta dan Bogor.

“Para tersangka ini pun akan kita jerat dengan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009. Dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau Pidana penjara minimal 5 tahun maksimal  20 tahun dan denda minimal 1 milyar rupiah, maksimal 10 milyar rupiah,” kata Rudy. (ade/*)