PN Depok Di-Lockdown Hingga 2 Juli, Jenis Pelayanan Ini Masih Dibuka

Wakil Ketua PN Depok, Iman Luqmanul Hakim memberikan masker pada warga (Istimewa)

DEPOK – Menemukan 8 orang karyawannya positif COVID-19, Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok kembali menghentikan sidang selama lima hari. Terhitung pada 28 Juni hingga 2 Juli mendatang sekira 100 sidang harus ditunda.

Humas PN Depok Ahmad Fadil membenarkan kabar tersebut. Menurut dia, penutupan dilakukan untuk melakukan tracing kasus ini.

“Sebanyak 8 orang karyawan dinyatakan positif, setelah dilakukan Swab Antigen. Untuk memutus mata rantai Covid-19, pimpinan melakukan penundaan semua pelayanan dan aktivitas di PN Depok,” ucap Fadil.

Baca juga: Pecah Rekor Penambahan Kasus COVID-19, Indonesia Ke-5 di Dunia

Dia menerangkan, untuk pegawai positif, tujuh orang merupakan pegawai ASN dan honorer, selain itu, satu orang hakim juga dinyatakan positif.

Setelah menemukan kasus, pihaknya melakukan kordinasi dengan Pengadilan Tinggi Bandung, hasilnya, lockdown harus dilakukan

Atas penutupan ini, sekitar 100 kasus harus ditunda sidangnya. “Perkiraan sekitar 50 perkara pidana dan 50 perdata ditunda,” jelas dia.

Baca juga: Keterisian Bed Melonjak, 3 RS Ditunjuk Khusus Tangani Pasien COVID

Meski menunda sidang, tapi kegiatan pelayanan seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), perpanjangan penahanan, upaya hukum dan pidana , penerimaan surat, penyitaan dan penggeledahan serta persidangan yang akan habis masa penahanannya masih bisa dilakukan.

Selama penutupan, lokasi juga akan dilakukan penyemprotan agar lingkungan dapat steril.
Sebelumnya, pada 28 Desember 2020, PN Depok juga menutup pelayanan karena adanya kasus positif di sana.

Ketika itu, ketua PN dan seorang panitera yang terpapar virus asal Tiongkok itu. Namun, penutupan hanya dilakukan selama tiga hari. Sama halnya dengan kebijakan kali ini, sejumlah sidang juga harus ditunda karena kejadian itu. Selama penutupan itu, kegiatan penyemprotan juga dilakukan untuk memutus rantai penyebaran. (lala/*)