PKS Rayu PDIP untuk Berkoalisi di Pilkada Depok

PKS bersama sejumlah pengurus partai politik (DepokToday, pam)

MARGONDA– Sebagai partai yang berpeluang besar mencalonkan kadernya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun mulai melirik sejumlah partai politik untuk berkoalisi. Salah satunya yang mulai dijajaki secara intens adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.

Ya, meski sebelumnya pimpinan PDIP Depok telah terang-terangan bakal menjadi rival dengan membentuk koalisi besar di Pilkada, namun rupanya PKS memilih sikap berbeda. Setidaknya hal itu dibuktikan oleh kader PKS, Imam Budi Hartono yang merupakan salah satu kandidat bakal calon wali kota.

Pria yang akrab disapa Imam itu secara terang-terangan ingin merangkul sejumlah partai yang sebelumnya ramai diperbincangkan bakal melawan PKS, diantaranya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra dan Golkar.

“Alhamdulillah yang saat ini hadir ada dari pengurus PDIP, Golkar dan Nasdem. Sejumlah partai lainnya telah saya panggil baik secara pribadi maupun organisasi namun mungkin mereka punya kesibukan masing-masing,” kata Imam saat melakukan deklarasi tim pemenangan dirinya di Depok, Jawa Barat pada Senin 7 Oktober 2019

Imam menilai, partai politik wajib memanfaatkan momentum dan PKS terbuka untuk semua partai. “Apalagi PKS pemenang pemilu 2019.”

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini pun menegaskan, apa yang dilakukan PKS (mengundang partai lain) bukan karena khawatir menghadapi adanya ancaman wacana koalisi besar di Kota Depok.

“Menurut saya justru terbalik, partai-partai lain dengan menangnya PKS di Kota Depok khawatir pilkada akan dimenangkan kembali oleh PKS,” katanya

Sementara itu, Sekertaris DPC PDIP Depok, Ikravany Hilman yang sempat datang ke deklarasi pemenangan Imam Budi Hartono langsung menyampaikan pernyataannya, soal peluang berkoalisi dengan PKS sebagai partai yang telah 15 tahun berkuasa di Kota Depok.

Konsisten Melawan

Ikra menegaskan, PDIP akan tetap pada pendiriannya saat ini, yaitu sebagai rival partai petahana tersebut. Alasan itu diungkapkan Ikra lantaran PDIP dan PKS tidak ada kecocokan, salah satunya dalam hal kebudayaan. Namun Ikra mengakui, kehadiran Imam sebagai tokoh muda PKS yang berpeluang maju di Pilkada Depok akan memberikan warna tersendiri pada ajang konstentasi nanti.

“Tiba-tiba hari ini bang Imam yang merupakan representasi dari PKS yang berkuasa 15 tahun di Kota Depok bicara pakaian dan kebudayaan, nah itu satu yang sangat luar biasa,” katanya

Sebagai lawan politik, Ikra menilai sosok Imam dapat merubah gaya kepemimpinan PKS di kota ini.

“Kayaknya partai ini sudah sedemikian rupa sehingga harus dipimpin oleh orang yang punya progresivitas harus mampu dituntut kreatifitas yang tinggi, tidak bisa bussines as usual (bisnis seperti biasa) harus ada kreasi-kreasi baru,” ujarnya

Ikra menyebut, jika berpatokan pada bussines as usual, maka kota ini tidak akan kemana mana dan justru akan semakin rusak.

“Sejarah dimanapun dan mungkin ini memang hukum alam progresivitas dan kreatifitas itu hanya ada di anak-anak muda,” ujarnya

Maka dengan demikian, Ikra pun mengakui, jika PKS menunjuk Imam menjadi calon wali kota, maka hal itu akan menjadi ancaman besar bagi PDIP.

“Bang Imam adalah ancaman besar sekaligus harapan baru. Sehingga kami pun akan maju dengan tersenyum karena tahu ada anak muda yang progresive.”

Akan tetapi Ikra menegaskan, pihaknya optimis bakal memenangkan Pilkada Depok 2020.

“Ya kami berharap kami yang menang ya, PKS sudah 15 tahun juga, gantian doang. Mudah-mudahan ini jadi satu awal yang baik, karena diluar kepentingan setiap kelompok, setiap partai tentu kita juga berpikir tentang Kota Depok untuk dibangun bersama,” tuturnya (met/kas)