Pjs Wali Kota Depok Ungkap Ada Warga Ogah Divaksin COVID-19

Sosialisasi gerakan bermasker (Istimewa)

BALAI KOTA—Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Depok, Dedi Supandi, mengungkapkan ada sejumlah warga yang menolak untuk divaksin COVID-19.

Dedi menjelaskan, survei yang dilakukan oleh pemerintah kota membuktikan hal tersebut. Menurut dia, ada beberapa alasan mengapa warga Depok ogah divaksin COVID-19.

“Secara garis besar yang menolak itu terdapat empat alasan. Salah satu alasannya adalah soal kehalalan. Hal itu diketahui dari hasil survei yang pemerintah setempat lakukan,” kata Dedi kepada wartawan, Jumat 6 November 2020.

Menarik Lainnya: https://depoktoday.hops.id/vaksin-covid-19-belum-dapat-disalurkan-ke-masyarakat-tapi-depok-sudah-siap/

Kemudian, lanjut Dedi, alasan lainnya yakni warga tidak percaya atau kurang yakin vaksin dapat menjadi penyembuh COVID-19. Beberapa warga justru khawatir berdampak negatif, seperti tubuh malah menjadi sakit.

Ketika ditanya berapa jumlah warga yang menolak vaksin, Dedi mengaku lupa. “Nanti ada datanya. Ini juga kan kita harus gali,” imbuhnya.

Kendati ada penolakan dari warga, Dedi menegaskan pemerintah kota telah siap menyalurkan vaksin meski belum diketahui secara pasti kapan bakal terealisasi, karena masih diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Infomasinya itu masih diteliti di BPOM, apakah akan November atau Desember atau awal tahun 2021, ini kewenangan pemerintah pusat. Intinya Depok kalau diminta November nerima vaksin sudah siap,” ujarnya.

(rul/tdr/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here