Pilkada Depok, Bawaslu Pecat Dua Oknum PTPS yang Tak Netral

Ketua Bawaslu Depok, Luli Barlini (Istimewa)

MARGONDA- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok terpaksa memecat dua orang anggotanya karena terbukti tidak netral jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Belakangan diketahui, mereka adalah oknum anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).

“Ada PTPS yang tidak netral sudah kami PAW kan, kami pecat. Kesalahannya ketika menurunkan APK ada simbol jari, jadi kami pecat,”  kata Ketua Bawaslu Depok, Luli Barlini, Selasa 8 Desember 2020

Baca Juga: Bawaslu Depok Periksa Tiga ASN Usai Hadiri Kampanye

Kejadian itu bermula ketika dua oknum tersebut melakukan penertiban alat peraga kampanye atau APK. Mereka, memperlihatkan simbol jari yang menjadi ikon pasangan calon tertentu di Pilkada Depok. Setelah dilakukan klarifikasi, keduanya terbukti melakukan pelanggaran.

“Hanya dua orang. Mereka melakukan penertiban dan melakukan simbol jari dan kami lakukan klarifikasi semalam dan kami PAW. Langsung kita klarifikasi panggil ke kantor, sama dengan kota kabupaten lain,” jelas Luli

Ketika disinggung apakah ada temuan pelanggar lain, seperti politik uang, Luli mengaku belum mendapatinya.

“Sampai saat ini belum ada temuan sudah dua hari patroli untuk politik uang,” ujarnya

Yang ada, kata Luli, yakni temuan soal netralitas oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

“ASN sudah ada enam tapi bukan money politik (politik uang). Empat orang digeser ke komite ASN. Satu dikasih surat peringatan dan satu lagi pidana dan hari ini sedang dilakukan di pengadilan dan dijerat Pasal 69 junto 187 UU nomor 10 tahun 2016 tentang ASN.”

Untuk diketahui, Pilkada Depok bakal berlangsung pada Rabu 9 Desember 2020. Adapun masing-masing kandidat yang berkompetisi yakni, Pradi Supriatna-Afifah Alia dari nomor urut satu dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono dari nomor urut dua.

Mereka memperebutkan kursi Wali dan Wakil Wali Kota Depok periode 2021-2026. (rul/*)