Pilih Hadiri Maulid Nabi, Seluruh Kader Posyandu Ini Selamat dari Kecelakaan Subang

Ketua RW 10, Sarmilih (DepokToday, Rul)

DEPOK- Seluruh kader posyandu yang tercatat sebagai warga RW 10 dan RW 04, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok selamat dari kecelakaan bus maut yang menewaskan delapan orang dan melukai puluhan penumpang lainnya di Subang, Jawa Barat. Mereka lolos dari tragedi berdarah itu karena memilih menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua RW 10, Sarmilih saat ditemui di kediamannya, pada Minggu 19 Januari 2020. Dirinya menceritakan, perjalanan ke Subang, Jawa Barat merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan oleh kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung. Sehingga seluruh kader di tiap RW diwajibkan ikut.

“Nah di tahun ini ada dua RW yang enggak berangkat. RW saya, RW 10 dan RW 04. Kalau saya pilih enggak berangkat, karena dilingkungan saya mau ada acara Maulid Akbar, melibatkan ibu-ibu untuk masak persiapan konsumsi,” kata Sarmilih mengawali percakapanya di teras rumah.

Pria yang dikenal sebagai guru silat di kampung itu mengatakan, awalnya para kader di RW 10 sempat protes ketika dirinya melarang mereka ikut jalan-jalan bersama sejumlah kader dari RW lainnya.

“Ketika mau berangkat kesana pas di musrembang ada kader saya yang mau berangkat dari ibu-ibu PKK. Tapi saya bilang sekarang ibu-ibu yang ada di kader RW 10 tidak saya ijinkan berangkat, karena memang kita ada acara maulid bebarengan dengan agenda tersebut,” ujarnya

“Nah pada protes dah, kok begitu pak RW kan ini acara rutin. Jadi dah saya diprotes oleh ibu-ibu kader saya sendiri. Saya bilang kalau kamu pergi enggak saya ijinkan, akhirnya enggak pada berangkat. Mereka ngurus konsumsi Maulid Nabi,” tuturnya lagi

Tiba-tiba, pada sore harinya, Sabtu 18 Januari 2020, Sarmilih dan sejumlah warga mendapat kabar jika bus yang mengangkut rombongan kader Posyandu tersebut mengalami kecelakaan. Di saat itulah, mereka (ibu-ibu) yang tadinya muram, langsung meminta maaf pada Sarmilih.

“Pas dengar ada kecelakaan langsung pada maranin saya. Mereka (warga) bilang, alhamdulillah bapak larangannya, ini kecelakaan enggak terjadi pada kita. Nah iya pada bersyukur dah tuh,” ucapnya

Sarmilih menegaskan, apa yang terjadi murni atas kehendak Allah. “Itu urusan Allah bukan karena saya (mereka selamat). Itu hikmahnya. Tadinya bahkan saya sempat diprotes bukan hanya ibu-ibu tapi RW lain juga.”

Berbeda dengan Sarmilih, sejumlah kader di RW 04 selamat lantaran tidak enak dengan ketua PKK yang anaknya sedang sakit. “Kalau RW 04, ketua posyandunya istri pak RW. Nah dia enggak berangkat karena anaknya sakit akhirnya para kadernya enggak ikut. Jadilah kedua RW enggak berangkat, ya inilah takdir Allah,” jelasnya

Lebih lanjut Sarmilih mengungkapkan, total ada 14 kader atau warganya yang tidak berangkat mengikuti acara rekreasi tersebut.

“Semua kader pada terimakasih ke saya. Saya bilang itu kehendak Allah. Saya enggak ada firasat apa-apa memang murni ada acara maulid, saya manusia biasa. Biasanya pada berangkat semua. Tau sendiri dah ibu-ibu kalau jalan-jalan gratis pada antusias. Tapi tahun ini enggak ada yang saya kasih ijin. Ada hikmahnya.”

Untuk diketahui, kecelakaan diduga terjadi akibat bus pariwisata yang membawa rombongan kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Depok itu mengalami rem blong turunan Nagrok, Jalan Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Sabtu 18 Januari 2020.

Dari 58 penumpang, delapan meninggal dunia, tujuh diantaranya warga Depok. Kemudian, 10 luka berat dan 20 orang lainnya luka ringan. Para korban ini rat-rata adalah warga Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here