Petugas Temukan Sabu dari Paket Ojol di Rutan Depok

0
159
Polisi pamerkan barang bukti sabu (DepokToday, Rul)

CILODONG– Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B, Cilodong, Depok, Jawa Barat kembali menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu. Kali ini, modus yang digunakan pelakunya ialah menggunakan kaleng cat.

Data yang dihimpun DepokToday menyebutkan, temuan itu bermula ketika seorang pengemudi ojek online atau Ojol mengantarkan paket mencurigakan yang dikemas dalam sebuah kaleng cat berukuran kecil. Pada petugas, si pengemudi mengaku mendapat orderan yang ditujukan ke Rutan tanpa ada nama si penerima. Yang tertera hanya nama si pemesan Ojol, yakni Jerry.

“Jadi pada hari Minggu kemarin, ada pengemudi ojek online yang datang mengantar dua kaleng cat, satu botol madu, pengharum ruangan, serta dua pack baterai dengan tujuan Rutan Depok tanpa ada penerimanya,” jelas Kepala Rutan Depok, Bawono Ika Sutomo pada wartawan, Rabu 27 November 2019

Kecurigaan muncul ketika terdapat bekas congkelan pada kaleng cat tersebut.  “Pada bagian tutup kalengnya ada seperti bekas congkelan, seperti sudah dibuka. Ini yang kami curigai dan langsung kami koordinasikan dengan Polres Metro Depok,” ujar Bawono

Dari hasil pemeriksaan petugas Rutan dan polisi terungkap, kaleng cat tersebut berisi satu bungkus narkoba jenis sabu seberat 51 gram yang dililit lakban. Bawono menegaskan, temuan ini merupakan bukti konsistensi jajarannya dalam menangkal peredaran narkoba khususnya di wilayah Rutan Depok.

“Selanjutnya temuan ini kami serahkan ke polisi guna penyelidikan lebih lanjut.”

Pimpinan Rutan Depok (istimewa)

Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mendalami pelaku dibalik aksi penyelundupan itu.

“Terhadap orang yang sudah kita dapatkan (pengemudi ojol) akan kita gunakan sebegai langkah awal untuk mengungkap dari mana sumber narkoba ini diperoleh” katanya di daimpingi Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Indra Tarigan

Saat ini, polisi telah memeriksa lima saksi, empat diantaranya petugas Rutan dan satu pengemudi Ojol.

“Orang yang bersangkutan kita jadikan saksi, kita perdalam dulu. Sampai ada tersangka yang kita dapatkan, ini menjadi peringatakn juga kepada penyedia jasa pengiriman paket agar berhati-hati dalam menerima barang dari konsumen,” tuturnya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here