Petugas Damkar Depok Laporkan Pimpinannya ke Kejaksaan

Sandi laporkan dugaan korupsi di kubu DPKP Kota Depok (Istimewa)

DEPOK- Dugaan praktik korupsi yang terjadi di kubu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok mulai memanas. Adalah Sandi, petugas pada dinas tersebut yang kali pertama membongkar dugaan itu hingga akhirnya membuat publik tercengang.

Ya, secara terang-terangan, salah satu pasukan satria biru itu bahkan sempat melakukan sikap protes hingga membawa-bawa nama Presiden Joko Widodo, untuk ikut mengusut dugaan kasus yang terjadi di tempatnya bekerja. Aksi Sandi sempat viral di media sosial.

Kali ini, ia kembali menjadi sorotan karena melaporkan atasannya ke Kejaksaan Negeri Depok. Mengenakan seragam dinas lengkap DPKP, Sandi mengaku telah mengantongi sejumlah alat bukti untuk memperkuat dugaan atas laporannya itu.

“Sudah masuk (laporannya) dan tinggal kelengkapan buktinya aja,” ujarnya

Beberapa bukti itu di antaranya tentang dugaan mark up harga pengadaan sepatu lapangan yang biasa diapakai untuk bertugas, kemudian honor pelaksanaan penyemprotan (disinfektan) yang diduga dipotong.

Soal sepatu, menurut dia, barang yang diberikan tidak sesuai dengan kualitas. Padahal jumlah pagu anggarannya, kata Sandi mencapai Rp 159 juta.

“Harga pagu anggarannya Rp 850 ribu/sepatu, akan tetapi untuk sepatunya sendiri kadang kita ngecek tidak ada pengamannya.”

Sandi curiga jika harga tersebut tidak sesuai dengan spek yang diberikan.

“Saya lihat di toko online dengan gambar yang persis, kualitas yang sama, merek yang sama, itu kisaran Rp 400 ribu,” katanya

Kemudian, Sandi juga menyayangkan adanya dugaan intimidasi terhadap dirinya dan rekan sejawat yang sama-sama berstatus honorer non PNS. Mereka diancam akan dipecat jika ikut mendukung Sandi.

“Saya ada bukti rekaman-nya kemudian mereka minta maaf sama saya mereka berkata enggak bisa ikut dukung karena punya anak istri. Ya saya pun juga punya keluarga, tapi kalau untuk saya karena sudah kecebur ya saya lanjut.”

Video: Penampakan Jambret Depok

Tekanan yang dirasakan Sandi terjadi sejak dirinya viral usai melakukan protes atas dugaan korupsi tersebut melalui media sosial.

“Saya sudah dikasih surat teguran dan saya pertanyakan surat tegurannya itu dalam hal apa, apakah kinerja, karena saya merasa dan juga absensi saya full,” ujarnya

Sandi mengklaim, selama bertugas empat tahun sampai sekarang di DPKP, dirinya tak pernah membangkang terhadap perintas atasan.

“Kinerja saya sesuai dengan apa yang dikomandokan. Saya selalu melaksanakan akan tetapi kemarin saya dikasih surat teguran, saya pertanyakan itu dan komandan regu saya juga mempertanyakan, mereka hanya bilang kasihkan saja.”

Pejabat Damkar Diperiksa

Sementara itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto membenarkan, adanya laporan terkait dugaan kasus tersebut. Namun ia belum bisa menjelaskan secara detail karena masih dalam tahap pemeriksaan.

“Kita belum bisa hitung (kerugian negara), karena kan belum sampai tahap situ. Tapi memang menggunakan anggaran Dinas Damkar tahun anggaran 2018,” katanya

Saat ini, kata Herlangga, pihaknya sedang mengumpulkan data terkait laporan tersebut. Jika ditemukan ada indikasi perbuatan melawan hukum, maka bakal dinaikkan ke penyelidikan.

“Nah kita ke penyelidikan saja belum, baru mengumpulkan data dan info,  masih tahap awal, ini menjadi kunci apakah ada PMH (perbuatan melawan hukum) atau tidak yang menyebabkan kerugian negara,” jelasnya

Lebih lanjut Herlangga mengaku, pihaknya sudah memanggil sejumlah pejabat terkait di lingkungan DPKP.

“Yang setara eselon 3 ada 2 orang (yang sudah dipanggil). Kadis (kepala dinas) belum, karena memang belum perlu, kita hanya baru, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen)-nya dulu.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here