Petisi Ungkap Pembunuh Akseyna Ramai di Twitter

Akseyna (Istimewa)

BEJI- Misteri kematian mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori tiba-tiba ramai kembali di jagat media sosial (medsos) Twitter pada Selasa 4 Mei 2021. Tagar Kapolsek Beji pun tampak menjadi trending di akun medsos tersebut.

Itu bermula ketika akun Peduli Akseyna menyuarakan petisi berjudul ‘Lanjutkan Penyelidikan dan Segera Ungkap Pembunuh Akseyna Mahasiswa Universitas Indonesia’.

Pada deskripsi petisi, dijelaskan sesosok jenazah ditemukan mengambang di Danau Kenanga Universitas Indonesia pada Kamis, 26 Maret 2015.

Empat hari kemudian, barulah diketahui bahwa jenazah tersebut adalah Akseyna Ahad Dori, mahasiswa semester 3 Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia.

“Berdasarkan penyelidikan dan gelar perkara, Polisi menegaskan bahwa Akseyna dibunuh,” kata Peduli Akseyna dalam deskripsi petisinya.

Baca Juga: Hari Ini 30 Pegawai Damkar Diperiksa Jaksa

Akun itu juga menjelaskan, penetapan itu dilihat dari beberapa bukti, seperti tubuh Akseyna dipenuhi luka di kepala dan badan, dan saat ditemukan jenazah Akseyna menggendong ransel berisi batu bata seberat 14 Kg.

Kemudian, adanya surat wasiat palsu yang dibuktikan oleh grafolog, bahwa surat tersebut ditulis oleh dua orang yang berbeda.

Hasil autopsi juga menunjukkan adanya air dan pasir di paru-paru Akseyna, yang menunjukkan bahwa dia dimasukkan ke danau dalam kondisi hidup atau bernafas. Namun, tidak sadarkan diri.

Terakhir, adanya sobekan pada sepatu bagian tumit, yang menunjukkan bahwa Akseyna diseret sebelum dimasukkan ke danau.

Hingga kini, petisi yang ditujukan kepada Kapolsek Beji Depok, Kapolres Depok, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya, Dekan FMIPA Universitas Indonesia, dan Rektor Universitas Indonesia tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 18.000 orang. (rul/*)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here