Pesantren Assalamah Isi Ramadan dari Pasaran Kitab Sampai Musabaqoh

Keluarga Besar Pondok Pesantren Assalamah foto bersama usai Pekan Musabaqoh Ramadan 1442 Hijriah Akhirussanah.(Foto: Istimewa)
Keluarga Besar Pondok Pesantren Assalamah foto bersama usai Pekan Musabaqoh Ramadan 1442 Hijriah Akhirussanah.(Foto: Istimewa)

CIPAYUNG—Pondok Pesantren Assalamah, Kecamatan Cipayung, mengisi bulan Ramadan 1442 Hijriah dengan beragam kegiatan.

Salah satu ciri khasnya adalah pasaran Kitab Kuning (pengajian kitab kuning sampai mengkhatamkan kitab di bulan Ramadan-red).

Pengasuh Pondok Pesantren Assalamah, K.H. Bahrudin Toyib, menerangkan, kajian kitab kuning dilakukan pada pagi hari, sesudah Zuhur, selepas Ashar, dan bakda Isya tadarus (tiga khatam semalaman dengan dibagi bersama santri).

“Untuk kegiatan rutin pengajian kitab sesuai dengan kelasnya masing-masing seperti tafisr, kitab alfiyah dan lainnya. Di bulan Ramadan ini khusus diselenggarakan Pekan Musabaqoh Ramadan 1442 Hijriah Akhirussanah,” ujarnya.

Pondok Pesantren Assalamah
Santri Pondok Pesantren Assalamah mengaji kitab kuning.(Foto: Istimewa)

Menurutnya, untuk Ngaji Pasaran Kitab Kuning mengkaji Kitab Washiyatul Mustofa dan Ahkamussolah.

Ia menjelaskan, kitab tersebut disusun K.H. Syarif Zaenal Abidin, anak angkat almarhum K.H. Muhammad Toyib Mughni.

“Ngaji kitab kuning merupakan bagian kegiatan wajib diikuti bagi para santri. Terlebih lagi, di bulan puasa dengan tradisi mengkhatamkan kitab kuning,” paparnya.

Pondok Pesantren Assalamah
Pekan Musabaqoh Ramadan 1442 Hijriah Akhirussanah Pondok Pesantren Assalamah.(Foto: Istimewa)

Selain itu juga diisi dengan kegiatan muhasabah, syahadah, Nuzulul Quran. Untuk musabaqoh seperti lomba pidato dan tilawah.

“Para santri dibekali dengan kemampuan dalam doa, tahlil, maulid, dzikir. Tujuannya, mereka untuk berdakwah di masyarakat. Sehingga saat pulang kampung atau ke rumahnya sudah bisa terjun di masyarakat. Seperti saat ini memimpin jemaah salat tarawih, doa dan lainnya,” jelasnya.

Pondok Pesantren Assalamah merupakan pesantren kategori Wasatiyah yaitu: perpaduan salafiyah modern (belajar bahasa dan kitab).

Saat ini Pondok Pesantren Assalamah memiliki 230 santri tingkat MTs-MA yang mondok.

Laporan Wartawan: Ahmad