Pertajam Rencana Bisnis, PDAM Depok Gelar Lokakarya Business Plan 2021-2025

PDAM Tirta Asasta Kota Depok
Lokakarya Business Plan 2021-2025 PDAM Tirta Asasta Kota Depok. (Foto: DepokToday/Eru)

BALAI KOTA—PDAM Tirta Asasta Kota Depok menggelar Lokakarya Business Plan 2021-2025 di Balai Kota Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa 23 Maret 2021.

Lokakarya ini digelar demi mencapai visi dan misi yang telah ditargetkan PDAM Tirta Asasta Kota Depok.

Acara tersebut dibuka oleh Pjs. Sekretaris Daerah Kota Depok, Sri Utomo, mewakili Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

“Dalam tugas fungsinya, PDAM selain sebagai pelayanan kepada masyarakat, juga berorientasi pada profit. Tentunya dalam rangka mendukung program pemerintah peningkatan PAD Kota Depok,” ungkap Sri Utomo, yang membacakan amanat Wali Kota.

DIBACA JUGA: https://depoktoday.hops.id/pdam-tirta-asasta-depok-sediakan-barcode-untuk-akses-informasi/

Sri Utomo menyatakan kebutuhan air bersifat kontinyu, sehingga harus dijaga ketersediaannya. “Lokakarya ini juga mengacu perlindungan pada air, yakni air permukaan dan bawah tanah. Semuanya harus menguatkan pada perpipaan,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, PDAM memerlukan pembiayaan yang cukup besar, mengingat cakupan layanan yang baru 15%. Sementara SDGs pada tahun 2030 menargetkan akses air minum 100% menjadi salah satu alasan penyelenggaraan kegiatan ini.

“Dengan target tersebut, diperkirakan kebutuhan investasi PDAM periode 2021-2025 mencapai RP1,2 triliun,” tuturnya.

Sri Utomo menjabarkan, rencana pembiayaan dalam Business Plan berasal dari Internal PDAM sebesar Rp387,65 miliar, Rp452,9 miliar dari APBD Kota Depok, Rp5,3 miliar dari APBD Provinsi, Rp21 miliar dari APBN Cipta Karya, Rp211 miliar dari APBN SDA, dan sisanya Rp164 miliar dari pihak swasta.

“Nantinya anggaran tersebut akan dialokasikan untuk meningkatkan aspek-aspek pelayanan PDAM Depok dalam penguatan dan pengembangan fasilitas produksi dan jaringan distribusi, penguatan sistem operasional, peningkatan kapasitas dan sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia,” paparnya.

Selain itu, penguatan kegiatan pemasaran, sosialisasi dan edukasi terkait isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya yang terkait PDAM, kolaborasi Pentahelix antara PDAM, akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media, serta pengembangan bidang usaha baru.

“Adapun kebutuhan investasi turut serta dijabarkan dalam Business Plan PDAM 2021-2025 dengan rincian biaya investasi untuk pengembangan produksi senilai Rp275 miliar, pengembangan distribusi senilai Rp632 miliar, pengembangan SL senilai Rp294 miliar, penguatan IT senilai Rp9 miliar, sarana dan prasarana senilai Rp18 miliar dan rencana unit bisnis lainnya senilai Rp32 miliar,” jelasnya.

Dengan total Target Sambungan Langganan selama 5 tahun dari 2021-2025 sebesar 35.000 SL, melakukan konsolidasi dan pembahasan untuk mempertajam rencana-rencana yang akan ditetapkan selama 5 tahun kedepan menjadi prioritas PDAM.

“Dengan diselenggarakannya Lokakarya Business Plan, PDAM berharap semua stakeholder dapat mendukung dan berkomitmen agar program dan kegiatan Business Plan PDAM dapat berjalan dengan lancar, baik dari segi teknis serta pembiayaan dari APBN dan APBD provinsi,” harapnya.

PDAM Tirta Asasta Kota Depok
Suasana kegiatan Lokakarya Business Plan yang dilakukan PDAM Tirta Asasta Kota Depok. (Foto: DepokToday/Eru)

Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hermanto, menyampaikan support diberikan kepada PDAM Kota Depok berupa penyertaan modal.

“Lima tahun anggarannya mencapai Rp500 miliar. Itu untuk infrastruktur, mengingat banyak yang sudah berusia di atas 20 tahun. Selain itu, untuk menyambung ke pelanggan-pelanggan baru,” katanya.

Agar semakin meningkatkan jumlah konsumen PDAM, Komisi B juga menyarankan bangunan-bangunan baru menggunakan air PDAM.

“Hal ini bisa diarahkan saat melakukan perizinan. Untuk mendapatkan izin membangun, mereka harus menggunakan air PDAM,” pungkasnya.

(eru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here