Pernah Mesra, PA 212 Kini Serang Prabowo Habis-habisan

Menhan RI, Prabowo Subianto (Istimewa)
Menhan RI, Prabowo Subianto (Istimewa)

DepokToday- Pengamat hukum dan politik Mujahid PA 212, Damai Hari Lubis menilai jika terpilih jadi Presiden di Pilpres 2024, Prabowo bisa lebih otoriter ketimbang Jokowi lantaran ada potensi mengabaikan undang-undang.

Menurutnya, selama bergabung dengan pemerintah, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memiliki kesamaan karakter dengan Presiden Jokowi.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Hari Lubis awalnya mengomentari soal pujian yang dilayangkan Prabowo Subianto kepada Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Pujian yang dimaksud adalah saat Prabowo bersaksi bahwa Presiden Jokowi sudah bekerja keras dan tulus demi rakyat dan sudah di jalan yang benar.

Baca Juga: Melongok Geliat UMKM Depok, Omset Menjanjikan Kaum Emak-emak

Tak hanya itu, Prabowo juga mengaku salut kepada pelaksanaan sistem dari Presiden Jokowi yang tidak menerapkan lockdown keras dalam mengatasi pandemi COVID-19.

“Disayangkan, Prabowo memuji Jokowi yang gunakan sistem prokes Covid-19 (PSPB dan PPKM Darurat), padahal ada UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, yang mana UU a quo adalah Jokowi yang membuat atau mengesahkannya namun tidak digunakan,” katanya Jumat, 3 September 2021.

“Bahkan fakta pelaksanaan terhadap sistem prokes tersebut, menunjukkan Jokowi selaku Presiden terang-terangan sengaja beberapa kali melanggar prokes COVID-19,” timpalnya.

Karakter Politik Jokowi-Prabowo

Menurut Damai Hari Lubis, terdapat sejumlah pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang disengaja dilakukan oleh Jokowi belakangan ini.

Mulai dari lempar-lempar bagi sembako, kasus Maumere, juga hadiran pada undangan nikahannya artis Aurel Hermansyah, melanggar PPKM Darurat level 4 di daerah Grogol Jakarta Barat hingga kasus di Cirebon, Jawa Barat.

Aksi PA 212 (Istimewa)
Aksi PA 212 (Istimewa)

Dengan sederet pujian yang diberikan Menteri Pertahanan tersebut kepada Jokowi menandakan bahwa mempunyai karakter yang sama dalam hal berpolitik.

“Maka terhadap pujian dari PS (Prabowo Subianto) terhadap kepemimpinan Jokowi, punya makna dirinya merasa selain memiliki kesamaan karakter, setidaknya akan mengikuti perilaku atau paradigma-paradigma politik yang identik atau mirip kebijakan-kebijakan yang Jokowi telah buat dan telah dilakukan selama ini,” katanya.

Baca Juga: Ngeri Banget, Ini Pesan OPM Usai Serang Pos TNI di Papua Barat  

Hari Lubis lantas merasa tidak heran pujian tersebut tidak diberikan lantaran sebagai bentuk kesetiaan Menhan Prabowo sebagai bawahan kepada atasan. Bisa juga dilakukan untuk menyenangkan Presiden Joko Widodo sebagai atasan.

“Namun sebaiknya pujian tersebut tidak perlu diumbar atau disampaikan dihadapan publik. PS cukup aplikasikan kebijakan presiden sesuai tupoksi yang memang mesti ia jalankan.”

Lebih Otoriter dari Jokowi

Lebih jauh, dia pun menganalisis makna lain dari pujian tersebut. Menurutnya, pujian itu tersebut memiliki arti, jika Prabowo terpilih jadi Presiden di Pilpres 2024, kelak Prabowo juga tidak akan selalu menggunakan UU untuk sesuatu yang dibutuhkan bangsa dan negara.

Prabowo juga memiliki latar belakang militer sehingga bisa jadi memiliki gaya kepemimpinan yang jauh lebih keras terhadap rakyatnya, utamanya terhadap para oposisi yang tak sejalan.

“Paling tidak terasa lebih otoriter tentunya daripada Jokowi yang orang sipil,” ujarnya. (rul/*)