Pernah Jadi Duta Kereta Api

Didi Kempot (kanan) ketika ditunjuk sebagai Duta Kereta Api pada tahun 2017.(bumn.go.id)

SELAIN dikenal sebagai penyanyi campursari, almarhum Didi Kempot ternyata pernah ditunjuk sebagai Duta Kereta Api oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI.

Penobatan penyanyi dengan nama asli Didi Prasetyo sebagai Duta Kereta Api itu terjadi pada Kamis (9/3/2017) bertepatan dengan Hari Musik Nasional di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Setelah resmi menjadi Duta Kereta Api, penyanyi yang populer dengan lagu campursari berjudul “Stasiun Balapan” ini bertugas membantu PT KAI mensosialisasikan tentang produk, layanan, dan kebijakan PT KAI kepada masyarakat.

Direktur Utama PT KAI saat itu, Edi Sukmoro, menjelaskan penunjukkan Didi Kempot sebagai Duta Kereta Api sejalan dengan tujuan KAI untuk turut berperan serta melestarikan budaya Nusantara.

“Kedekatan Didi Kempot dengan masyarakat sekaligus dengan nilai-nilai budaya lokal diharapkan dapat menjadi sarana untuk memudahkan sosialisasi terkait kereta api kepada masyarakat lokal,” ujar Edi seperti dilansir bumn.go.id.

Usai penunjukkan secara resmi sebagai Duta, Didi Kempot langsung melaksanakan tugas perdananya di Stasiun Gambir.

Bersama grup musik Starplus yang rutin menghibur calon penumpang KA di lantai 2 Stasiun Gambir, Didi Kempot berkesempatan menghibur para calon penumpang membawakan beberapa lagu yang pernah dipopulerkannya.

Ia juga berkesempatan bertugas menjadi petugas boarding di gate penumpang, serta menyapa dan menanyakan tentang kesan para calon penumpang menggunakan kereta api.

Bapaknya Patah Hati

Seiring berjalannya waktu, nama Didi Kempot kembali mencuat ke publik di pertengahan tahun 2019. Lagu campursari berbahasa jawa terbaru ciptaannya viral di blantika musik tanah air. Bahkan, “virusnya” telah mewabah ke kaum milenial.

Lagu-lagu seperti Pamer Bojo dan Cidro, merupakan dua tembang yang hits di kalangan anak muda masa kini. Dua lagu baper itu merupakan karya Didi Kempot.

Para fansnya, Sobat Ambyar dan Pasukan Ambyar, menyebut Didi Kempot sebagai ‘The Goodfather of Broken Heart’ atau Bapaknya Patah Hati.

Lagu-lagu Didi Kempot viral di berbagai media sosial. Antusiasme penontonnya pun tidak main-main. Mereka bergoyang sambil bernyanyi bak paduan suara setiap Didi Kempot bernyanyi. Ada pula yang sampai menangis.

Akun Twitter @Sobatambyarrr membagikan video wawancara Didi Kempot bersama media Cerita Muria mengenai tanggapan pelantun lagu “Sewu Kuto” tersebut usai mendapat julukan dari warganet itu.

Didi Kempot mengaku bangga karena julukan tersebut menyangkut karya-karyanya. Selain itu, Didi Kempot juga menceritakan pengalaman manggung yang disebutnya banyak ditonton oleh anak-anak muda dan sempat membuat ia terhenyak tak menyangka.

“Dan yang saya kagum lagi, ternyata anak-anak muda di negeri ini masih sangat mencintai budaya. Seperti saat saya nyanyi kemaren, hampir di depan semua anak-anak muda yang menonton. Saya sendiri kaget ‘Loh sing nonton cah enom kabeh ini (loh ini yang menonton anak muda semua ini),” ucap Didi Kempot seperi dikutip wowkeren.com.

Meninggal Dunia

Di tengah bangkitnya popularitas Didi Kempot, publik (terutama Sobat Ambyar, julukan bagi penggemarnya) dikejutkan dengan kabar meninggalnya penyanyi yang juga populer di Negara Suriname itu.

Didi Kempot dinyatakan meninggal dunia di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2020) pagi. Ia wafat karena henti jantung.

Didi Kempot tutup usia pada 53 tahun. Ia dimakamkan di TPU Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Makam Didi Kempot berdampingan dengan makam anak pertamanya, Lintang Ayu Tyas Prastri, buah cinta Didi dengan istri pertamanya, Saputri.

Dikutip dari Jatimnow.com, Didi Kempot diketahui memiliki 3 orang anak dari Saputri, istri pertamanya. Anak pertama, Lintang, meninggal dunia pada usia 6 bulan.

Sementara dari pernikahannya dengan Yan Vellia, Didi Kempot memiliki dua anak. Anak pertama masih duduk di bangku SD dan anak kedua masih balita.

(ara/berbagai sumber/*)