Perlu Pembinaan Mental Pelajar

Rezky M Noor.(Foto: Istimewa)

BEJI—Anggota DPRD Depok, Rezky M Noor, prihatin dengan aksi tawuran pelajar yang belum lama ini terjadi hingga menimbulkan korban jiwa.

Wakil rakyat yang akrab disapa Mak Kiki ini meminta kepada dinas dan pihak terkait agar tidak tinggal diam.

“Kami harap kepada pihak penyelenggara sekolah atau lembaga pendidikan untuk lebih memperhatikan pembinaan mental terhadap anak didiknya,” kata Mak Kiki, Selasa (3/11/2020).

Menarik Lainnya: https://depoktoday.com/anggota-dewan-ini-bagikan-kuota-internet-gratis-untuk-siswa-pjj/

Menurut dia, keberhasilan tidak selalu ditentukan dari tingkat kecerdasan intelegensi, akan tetapi sikap mental dari para siswa.

“Sebagai bentuk pemberian efek jera terhadap siswa yang terlibat tawuran, pelajar tersebut mesti mendapat sanksi berupa hukuman, namun bersifat mendidik,” kata anggota Komisi D itu.

Namun, katanya, jangan memberikan hukuman yang tidak mendidik, contohnya seperti menjemur di lapangan terbuka. “Hukuman tersebut sangat tidak mendidik,” ucap politisi Gerindra itu.

Sebab, lanjut dia, hukuman tersebut tidak mendatangkan manfaat positif bagi pelajar, tapi malah menciptakan kemunduran mentalitas dan pelajar akan bertambah sulit diatur.

Karenanya, Mak Kiki juga meminta Dinas Pendidikan mengambil sikap dan tindakan terhadap palajar dan sekolah yang sering melakukan aksi tawuran.

“Menyelesaikan tawuran tidak cukup dengan upaya parsial, tapi harus holistik, menyeluruh alias melibatkan semua pihak. Pemerintah, aparat, sekolah, orang tua murid, hingga para alumni sekolah,” ungkapnya.

Dia juga menyarankan kepada orang tua siswa dan guru untuk selalu memantau kegiatan anaknya apalagi saat ini proses Kegiatan Belajar Mengajar masih dilaksanakan online.

“Kepada dinas terkait untuk melakukan razia senjata tajam. Kami juga menghimbau jika ada kerumunan atau siswa bergerombol untuk diantisipasi,” tuturnya.

Sebelumnya diwartakan, satu remaja ditemukan tewas sementara satu lainnya mengalami luka parah akibat tawuran dua kelompok remaja di Jalan Raya Ciputat-Parung di Kecamatan Bojongsari.

Korban meninggal adalah MS (16 tahun), berstatus pelajar kelas XI. Selain korban meninggal dunia, ada juga korban luka.

“Yang luka MI (19), pelajar juga,” kata Kasat Reskrim Polrestro Depok, Kompol Wadi Sabani, Jumat (30/10/2020).

(hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here