Eks Ketua KPUD Depok Belum Ditahan Meski Berstatus Tersangka Korupsi, Jaksa: Dia Kooperatif

- Senin, 25 Juli 2022 | 20:05 WIB
Ilustrasi Pilkada Depok (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Pilkada Depok (Foto: Istimewa)

Selain itu, menurut dia, tersangka Titik Nurhayati juga kooperatif dan siap untuk mengikuti persidangan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa atas perkara itu, Titik disangkakan pasal primer yakni Pasal 2 Ayat 12 subsider Pasal 3.

Arifin membeberkan, kasus ini berawal ketika KPUD Depok mendapat dana hibah pada Tahun 2015 dengan total anggaran Rp 44,9 miliar.

Titik dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang ketika menjabat sebagai Ketua KPUD Depok pada Tahun 2015 bersama saksi Fajri Asrigita Fadillah.

Baca Juga: Dijagokan Elit PKS Depok untuk Gantikan Idris, Khairullah: Siap Menerima Perintah

Seperti diketahui, Fajri sendiri ini telah diputus berkekuatan hukum tetap, terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait dengan kegiatan fasilitas kampanye dan audit dana kampanye berupa pekerjaan debat terbuka pasangan calon dalam iklan media massa cetak dan elektronik pada Tahun 2015.

“Ini mengakibatkan kerugian negara berdasarkan audit BPK Rp 817 juta lebih,” jelasnya.  

Adapun modus operandi yang dilakukan Titik Nurhayati adalah melakukan konspirasi bersama saksi (Fajri) yang telah diputus berkekuatan hukum tetap dengan cara mengubah metode lelang, menjadi penunjukan langsung.

“Selanjutnya menyusul nilai HPS dengan cara menyalin angka-angka saja, tanpa melakukan survei dan komunikasi kepada pihak televisi, radio dan media cetak dalam mencari harga pasar,” tutur Arifin.

Baca Juga: 7 ABG Depok Terciduk Polisi Bawa Jimat Penakluk Wanita, Targetnya ke Jaksel

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tujuh Perawat dari PPNI Kota Depok Dikirim ke Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 10:10 WIB
X