Pembantaian di Depok, Massa Jarah Seisi Rumah, Saksi: Cuma Tersisa Kaki Babi

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 19:10 WIB
Makam kaum Depok atau yang kerap disebut sebagai Belanda Depok (DepokToday.com)
Makam kaum Depok atau yang kerap disebut sebagai Belanda Depok (DepokToday.com)

Ilustrasi penganiayaan jurnalis televisi (Foto: Istimewa)

Peristiwa itu, lanjut Opa Dolf, terjadi tepat di hari perayaan ulang tahun kakaknya, yakni Yacobus Jonathans, 11 oktober 1945.

"Kita waktu itu kebiasan orang Depok sini memasak kacang merah sama kaki babi. Satu panci penuh jadi sudah dimasak ditinggalkan saja.

Tapi pas kembali itu doang yang masih utuh. Sedangkan yang lain sudah dicincang ada bekas pedang. Yang aneh itu doang yang enggak disentuh. Puji Tuhan kita masih bisa makan. Kita bagi-bagi tetangga," katanya.

Baca Juga: Tolak Ahmadiyah! Peserta Aksi Damai 227 Sindir Wali Kota Depok: Hai Kiai, Kau Khianati Kami

Opa Dolf mengaku dirinya tidak tahu betul berapa jumlah pasti korban yang tewas akibat pembantaian tersebut.

Namun, dari sekian banyak korban yang ia ingat adalah keluarga De Bruin, yang juga bagian dari keturunan 12 Marga (kaum Depok) pengikut Cornelis Castelein, saudagar VOC.

"Saya teman dekat anaknya De Bruin, yakni Maudy De Bruin. Dia (Maudy) lebih muda empat tahun dari saya. Dia melihat langsung kepala ayahnya dipenggal dan ibunya dibunuh. Dia sempat memohon agar orang tuanya tidak dibunuh tapi tetap dieksekusi. Ya di rumahnya dibantai, yang selamat hanya Maudy," kata Opa Dolf.

Baca Juga: Warga Gerebek Kontrakan Tempat Cewek Open BO di Depok

Hari berikutnya, para laskar pemuda itu pun kembali. Kali ini, mereka membawa seluruh pria ke gerbong kereta untuk dibawa ke Lapas Paledang Bogor.

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

YKI Kota Depok Ingin Turunkan Angka Penderita Kanker

Sabtu, 4 Februari 2023 | 18:00 WIB

4 Cara Hemat Listrik yang Perlu Warga Depok Ketahui

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:00 WIB
X