Warga Depok Mengeluh, Jumlah Sekolah Negeri Hanya Secuil dari Jumlah Penduduk

- Selasa, 24 Mei 2022 | 17:24 WIB
Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PDI-P, Ikravany Hilman saat melakukan reses di wilayah Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Senin, 23 Mei 2022. (Istimewa)
Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PDI-P, Ikravany Hilman saat melakukan reses di wilayah Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Senin, 23 Mei 2022. (Istimewa)

DepokToday.com – Warga Kota Depok mengeluhkan minimnya sekolah negeri di Kota Belimbing ini. Keluhan itu disampaikan para warga kepada wakil rakyat yang melakukan reses atau penjaringan aspirasi. Salah satunya dialami oleh anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PDI-P, Ikravany Hilman.

Ikra mengatakan, dari hasil mendengar keluhan masyarakat melalui reses, banyak masyarakat yang menginginkan jumlah sekolah ditambah utamanya di daerah pemilihannya (dapil) yang merupakan wilayah perbatasan Kota Depok yakni Cilodong-Tapos.

“Rasio antara jumlah penduduk atau jumlah peserta didik dengan sekolah di Kota Depok itu masih sangat timpang ya, sehingga inilah yang menjadi keluhan masyarakat,” kata Ikra usai melakukan reses di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, pada Senin 23 Mei 2022.

Baca Juga: Terowongan Jembatan Dipo Masih Banjir, Netizen: Kalo Gini Ganti Walkot Aja

Ikra mengatakan, saat ini di Kecamatan Tapos, jumlah sekolah negeri hanya ada tujuh unit yang terdiri dari satu SMK, dua SMA dan empat SMP Negeri, jumlah yang sangat timpang apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk setempat yang mencapai kurang lebih sekitar 200 ribuan.

“Menjadi kewajiban saya untuk merespon (keluhan masyarakat) itu, pasti saya catat dan saya sampaikan kepada pemerintah kota dan memperjuangkan itu,” kata Ikra.

Salah satu warga setempat, Catur Hadi Wijayanto mengatakan, saking minimnya sekolah di Kota Depok khususnya di Kecamatan Tapos, tak sedikit masyarakat yang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.

Baca Juga: Viral Penutup Gorong-gorong di Depok Miring, Warganet: Berasa Sirkuit Tamiya

“Minim banget jumlah sekolah negeri, dan memang dikira sekolah swasta itu murah, banyak pengeluaran mulai dari SPP, seragam hingga alat tulis,” kata Catur.

Untuk itu, Catur berharap, Pemerintah Kota Depok bisa mendengar suara masyarakat itu yang telah lama mendambakan meratanya sekolah negeri di wilayah tersebut. “Nanti kalau enggak dibangun-bangun, tiap tahun pasti ada masalah,” kata Catur.

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mayat Wanita di Kali Krukut Ternyata Warga Depok

Kamis, 30 Juni 2022 | 20:00 WIB
X