Polemik KDS Makin Kusut, Ketua BMI Depok: Kekuasaan Cenderung Korup

- Jumat, 13 Mei 2022 | 18:08 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris tunjukkan fisik Kartu Depok Sejahtera (KDS) usai luncurkan program tersebut di Aula Teratai Gedung Balai Kota Depok, Rabu 15 September 2021.  (Foto: Dok. Diskominfo Depok)
Wali Kota Depok Mohammad Idris tunjukkan fisik Kartu Depok Sejahtera (KDS) usai luncurkan program tersebut di Aula Teratai Gedung Balai Kota Depok, Rabu 15 September 2021. (Foto: Dok. Diskominfo Depok)

DepokToday.com – Program Kartu Depok Sejahtera atau KDS yang digulirkan pemerintah setempat hingga kini masih menyisakan persoalan. Bahkan, kritik terkait kebijakan yang dianggap bernuansa politis itu sampai sekarang masih terus berlanjut.  

Kali ini, lontaran kritik juga disuarakan oleh Banteng Muda Indonesia atau BMI. Organisasi sayap muda PDI Perjuangan itu menilai ada empat point janggal dalam KDS.

“Secara pribadi, saya lihat KDS itu sendiri sarat kepentingan,” kata Ketua BMI Kota Depok, Sean Matthew dalam keterangan tertulis yang diterima awak media pada Jumat, 13 Mei 2022.

Adapun empat poin yang dipersoalkan dalam kartu tersebut yakni:

1.Warna kartu mayoritas oranye, sama dengan warna logo PKS yang baru.

2.Foto wali kota dan wakil wali kota ditampilkan dalam KDS.

3.Kata “Sejahtera” mirip nama PKS (Partai Keadilan Sejahtera)

4.KDS merupakan janji kampanye pasangan Idris-Imam (berdasarkan pernyataan Ketua Fraksi PKS).

“Padahal kalau dilihat di 10 janji resmi Idris-Imam sesuai berita saat pleno KPU Depok untuk penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok tidak ada soal KDS, mungkin karena janjinya banyak jadi nggak dimasukin dalam 10 janji resmi,” tanya Sean.

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X