PT. KAI Bakal Tuntut Sopir Mobilio yang Tertabrak Kereta di Perlintasan Liar Rawa Geni

- Kamis, 21 April 2022 | 17:29 WIB
Mobil Honda Mobilio yang ringsek akibat terlibat kecelakaan dengan KRL di perlintasan sebidang ilegal di Jalan Rawa Geni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Rabu 20 April 2022. (DepokToday.com/Zahrul Darmawan)
Mobil Honda Mobilio yang ringsek akibat terlibat kecelakaan dengan KRL di perlintasan sebidang ilegal di Jalan Rawa Geni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Rabu 20 April 2022. (DepokToday.com/Zahrul Darmawan)

DepokToday.com – Imbas dari kecelakaan antara KRL dengan mobil yang terjadi di perlintasan liar Jalan Rawa Geni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, PT. KAI (Persero) bakal melayangkan tuntutan hukum.

PT. KAI akan melaporkan dan menuntut pertanggungjawaban pengemudi mobil sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus mengatakan, terjadinya kecelakaan itu disebabkan karena kecerobohan pengemudi mobil yang tidak mendahulukan perjalanan kereta api sehingga menyebabkan terjadinya gangguan perjalanan KRL yang menghambat aktivitas masyarakat banyak pada Rabu 20 April 2022 pagi hari.

Baca Juga: Progres Sudah 82 Persen, KCIC Lagi Latih Masinis Kereta Cepat Jakarta Bandung

KAI akan menuntut pengemudi mobil mempertanggungjawabkan tindakannya karena tidak mendahulukan perjalanan kereta api sehingga menyebabkan kerusakan sarana dan gangguan perjalanan,” tegas Joni melalui keterangan persnya, Rabu 20 April 2022.

Joni mengatakan, seluruh pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan kereta api saat melalui perlintasan sebidang. Hal tersebut sesuai UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian dan UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 124 menyatakan, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Baca Juga: Rel Kereta Cepat Jakarta Bandung Mulai Dipasang

Kemudian pada  UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 114 menyatakan yaitu, Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib: berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup dan atau ada isyarat lain, mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

Untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, KAI bersama-sama dengan  Direktorat Keselamatan DJKA Kementerian Perhubungan dan kewilayahan setempat telah menutup perlintasan liar tersebut sehingga kejadian serupa tidak akan terulang lagi. KAI mendukung penuh seluruh program penutupan perlintasan sebagai upaya untuk menjamin keselamatan dan keamanan bersama.

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ibas Ditemukan Tewas di Kali Ciliwung

Jumat, 27 Mei 2022 | 12:53 WIB
X