Antisipasi Pemkot Depok jika Kasus Covid-19 Naik Drastis, Buka kembali Opsi Karantina Terpusat

- Selasa, 18 Januari 2022 | 14:20 WIB
Ilustrasi varian Omicron (Foto: Istimewa)
Ilustrasi varian Omicron (Foto: Istimewa)

DepokToday.com - Adanya tren peningkatan kasus Covid-19 kota Depok yang belakangan terjadi membuat satgas telah menyiapkan sejumlah langkah antipasi.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana menyampaikan, pihaknya juga telah membicarakan tentang pilihan untuk membuka tempat karantina terpusat jika memang kasus nantinya melebihi 5 persen dari jumlah penduduk.

“Pak wali sudah melakukan konsolidasi rapat internal di satgas, dan hari ini juga akan dirapatkan di forkopimda dan kita sudah melakuksan SOP sesuai dengan yang ditentukan, jadi secara pengalaman kita mengikuti seperti kasus pada waktu-waktu sebelumnya ketika bulan Juli,” sebut Dadang dikutip pada Selasa 18 Januari 2022.

Gedung Pemkot Depok (Foto: DepokToday.coma/ Zahrul Darmawan)

Untuk saat ini, pihaknya masih menunggu adanya perkembangan lebih lanjut. Termasuk juga dalam penjajakan dengan sejumlah tempat isolasi mandiri terpusat yang sebelumnya digunakan oleh Pemkot Depok.

“Jadi kita sudah mencoba merencanakan kalau terjadi lonjakan kasus positifnya di atas 5 persen maka pak wali sudah memberikan arahan untuk dijajaki lagi untuk tempat karantina,” kata dia.

Agar kasus Covid-19 tidak naik secara drastis, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga soal pentingnya menjaga prokes di masa pandemi saat ini. “Kami jajaki terlebih dahulu, kalau seandainya kasus positifnya diatas 5 persen. Juga dihulunya, sekarang akan kita mulai kembali menggugah warga terkait dengan prokes dan melakukan langkah operasi di lapangan,” jelas dia.

“Kebijakan PTM itu adalah kebijakan nasional, jadi daerah mengikuti arahan dari pusat. Sementara ini masih mengikuti SKB 4 Menteri. Depok sudah memenuhi syarat untuk 100 persen, tetapi nanti kita tunggu biasanya dengan inmendagri arahannya seperti apa. Jadi segala kebijakan yang ada di evel kabupaten atau kota akan tetap merujuk pada kebijakan nasional,” papar dia. (lala/*)

Editor: Nur Komalasari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X