Dinkes Jawa Barat Ingatkan Ini Kepada Masyarakat Agar Terhindar Penularan Varian Omicron

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:00 WIB
Ilustrasi varian Omicron (Foto: Istimewa)
Ilustrasi varian Omicron (Foto: Istimewa)

DepokToday – Varian Omicron mulai merebak di Indonesia, di Kota Depok sendiri, sudah terdapat sedikitnya empat kasus terdeteksi varian terbaru dari Covid-19 itu. Sementara itu, jika ditotal se-Jawa Barat, sudah ada 14  kasus.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan langkah antisipatif untuk menangani lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Nina Susana Dewi mengatakan, sedikitnya ada empat langkah antisipatif diantarnaya kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), penguatan testing, tracing dan treatment (3T) dilakukan di tingkat puskesmas, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Baca Juga: WHO Benarkan Varian Omicron Tak Separah Delta, Namun Tetap Parah Bagi Kelompok Ini

"Kalau tidak hati-hati, kasus Covid-19 pada bulan Februari bisa naik. Tapi penularan bisa tertahan atau landai jika kita bersama-sama meningkatkan prokes," kata Nina di Kantor Dinas Kesehatan Jabar, Kota Bandung, Rabu 12 Januari 2022 seperti dikutip dari laman jabarprov.go.id.

Nina pun mengingatkan kepada masyarakat Jawa Barat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada. Salah satu bentuk kewaspadaan itu tercermin dalam penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Nina Susana Dewi saat meninjau pelaksanaan kick-off vaksinasi anak 6-11 tahun di SDN Depok 01, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa 14 Desember 2021. (Foto: Depoktoday/Ade Ridwan)

Menurut Nina, penanganan varian Omicron sama dengan penanganan Covid-19 varian lainnya. Pemerintah memperkuat 3T dan fasyankes, sedangkan masyarakat disiplin prokes dalam berkegiatan, menjauhi kerumunan baik di ruang terbuka maupun tertutup dan mengurangi mobilitas.

Baca Juga: Varian Omicron Sudah Hadir di Depok, Idris: Tetap Waspada, Tidak Panik

Nina mengatakan, pengalaman penanganan gelombang dua pada pertengahan tahun lalu akan menjadi rujukan. Hal itu mulai dari penyiapan tempat isolasi di level desa, kabupaten/kota, dan provinsi, gencar melakukan tes Covid-19 dan telusur kontak erat, sampai kesiapan obat-obatan dan Alat Pelindung Diri (APD).

Halaman:

Editor: Ade Ridwan

Sumber: jabarprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Update Temuan Mayat Dalam Karung di Ciliwung

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:37 WIB
X