Hari Pertama Aturan Baru Naik KRL, Banyak yang Kecewa

- Senin, 12 Juli 2021 | 12:54 WIB
Terkait aturan baru naik KRL, sejumlah petugas melakukan pemeriksaan pada calon penumpang. (DepokToday.com)
Terkait aturan baru naik KRL, sejumlah petugas melakukan pemeriksaan pada calon penumpang. (DepokToday.com)

DEPOK- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana menyebut jumlah pengguna tranportasi umum dari Depok menuju Jakarta mengalami penurunan singnifikan pada hari pertama penerapan surat tanda registrasi pekerja (STRP).

Seperti yang terlihat pada kondisi KRL di sejumlah stasiun di Kota Depok pada Senin 12 Juli 2021.

“Berdasarkan pengamatan dan juga monitoring kami langsung di lapangan, untuk di stasiun di Kota Depok, terjadi penurunan 30-35 persen dari biasanya. Jadi sudah cukup signifikan (penurunan mobilitas warga),” kata Dadang.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Depok sejak kemarin telah menyatakan bahwa penyekatan dan pemeriksaan dokumen perjalanan warga akan dilakukan dengan ketat mulai hari ini.

Sosialisasi terkait hal itu pun telah disampaikan pada masyarakat melalui siaran media digital.

Namun nyatanya, masih banyak masyarakat yang belum paham dengan kebijakan tersebut.

“Mau gimana lagi sudah begitu aturannya. Harusnya sosialisasinya dong, kan banyak yang nggak tahu seperti saya,” keluh Kasman, salah satu calon pengguna KRL yang terpaksa beralih ke tranportasi lain.

Aturan Naik KRL


Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru terkait PPKM Darurat. Dari sejumlah point yang tertuang, di antaranya mengatur soal perjalanan atau pelayanan transportasi, termasuk bagi pengguna KRL.

Disitat dari krl.co.id, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan No. 50 Tahun 2021, maka seluruh calon pengguna KRL wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Selain itu, bisa juga menunjukan surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan instansi (minimal eselon 2 untuk pemerintahan), atau pimpinan perusahaan, kantor yang termasuk sektor esensial dan kritikal.

Kebijakan itu mulai berlaku pada Senin 12 Juli 2021. KAI Commuter akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan aparat kewilayahan setempat untuk melakukan pemeriksaan seluruh calon penumpang.

“Bagi yang tidak dapat menunjukkan surat tersebut dilarang untuk naik KRL,” tulis Humas KRL dikutip pada Minggu 11 Juli 2021.

Ia menyebut, KAI Commuter sebagai operator KRL terus berupaya menghadirkan layanan terbaik bagi penggunanya.

Komitmen KRL Jaga Prokes


Beroperasinya layanan kereta rel listrik saat ini dikhususkan bagi pengguna yang masih harus beraktivitas di luar rumah, terutama bagi pengguna yang beraktivitas di sektor kritikal dan esensial sesuai aturan pemerintah. Baca selengkapnya di sini: Berlaku Mulai Besok, Ini Aturan Baru Naik KRL Saat PPKM Darurat (rul/*)

Editor: Zahrul Darmawan - DepokToday.com

Tags

Terkini

Pemilihan Abang Mpok Depok 2022 Masuk Tahap Audisi I

Jumat, 23 September 2022 | 18:05 WIB
X