Kepala Dinkes Ungkap Kondisi Nakes Puskesmas di Depok: Keteteran

- Kamis, 24 Juni 2021 | 18:02 WIB
Dinkes sediakan nomor telepon layanan vaksin di seluruh puskesmas Depok. (Depoktoday.hops.id)
Dinkes sediakan nomor telepon layanan vaksin di seluruh puskesmas Depok. (Depoktoday.hops.id)

MARGONDA- Selain rumah sakit, dan tempat isolasi, tempat yang juga jadi kebutuhan mendesak saat ini adalah puskesmas. Sebabnya akibat lonjakan kasus COVID-19 yang cukup tinggi. Kondisi ini terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Depok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dokter Novarita bahkan mengakui, keterbatasan tempat bukan hanya terjadi pada rumah sakit dan tempat isolasi, tapi juga puskesmas. Banyaknya jumlah pasien membuat tenaga kesehatan (nakes) keteteran.

“Puskesmas kan memang tenaganya tidak banyak dan juga banyak yang kena, terpapar, kan mereka manusia juga, bisa terpapar. Ketika dia terpapar kan ada pengurangan tenaga yang melaksanakan tugas,” katanya, Kamis 24 Juni 2021.

Beban tugas yang naik berkali lipat ini membuat nakes di sejumlah puskesmas di Kota Depok kewalahan.

“Iya kondisi terbatas, sedangkan tugasnya semakin meningkat. Jadi memang agak keteteran,” ujarnya

Novarita menjelaskan, sama seperti nakes di rumah sakit, di puskesmas pun para nakes membagi perannya masing-masing sesuai bidang keahlian yang dikuasai.

“Ada yang di poli infeksius, ada yang non infeksius, ada yang melakukan vaksinasi, ada yang melakukan pemeriksaan antigen, pengambilan swab, kemudian ada juga yang melakukan kegiatan program, program KIPI, HIV, semuanya kan jalan, termasuk pemeriksaan ibu hamil.”

Beban Nakes Puskesmas di Depok Makin Berat


Keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas saat ini semakin dirasa berat dengan banyaknya tuntutan masyarakat.

“Sudah begitu masyarakat nuntutnya juga banyak. Misalnya positif, mereka lapor terus pengennya segera didatangin, dilihatin, terus dikasih ini itu, padahal kan nggak bisa juga seperti itu,” keluhnya.

Baca Juga: Gawat, Ruang ICU Rumah Sakit di Depok Overload, Begini Gambarannya

Kondisi itu juga dirasakan langsung oleh Novarita.

“Banyak sih keluhan dari masyarakat. Bu, kok nggak respon, responnya lambat. Ya mereka kan nggak melihat, mereka melihat dari sisi mereka saja. Itu banyak sih. Dari pagi juga saya sudah bacain. Bu, kok gini-gini. Ya saya juga gimana nih komennya,” kata dia.

“Berapa banyak kalau yang mau didatangin. Nelpon saja perlu waktu juga, satu-satu ditanyain ininya gimana, gimana, dicatat. Jadi ya kerjaan cuma memantau aja juga butuh waktu juga,” tuturnya lagi. (rul/*)

 

Editor: Zahrul Darmawan - DepokToday.com

Tags

Terkini

X