PSBB Diperketat, Wali Kota Idris Batasi Aktivitas Malam di Depok

- Sabtu, 19 Juni 2021 | 13:30 WIB
Pemeriksaan PSBB di Depok (DepokToday.com)
Pemeriksaan PSBB di Depok (DepokToday.com)

MARGONDA- Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Proporsional resmi diperpanjang di Kota Depok. Keputusan itu terpaksa diterapkan menyusul lonjakan kasus yang cukup tinggi.

Berdasarkan keputusan Wali Kota Depok, Nomor: 443/243/Kpts/Dinkes/Huk/2021, PSBB Proporsional berlaku sejak 15 Juni 2021 sampai dengan 28 Juni 2021 di Kota Depok.

Ada sejumlah kebijakan yang mengatur tentang PSBB Proporsional di Kota Depok, salah satunya adalah pembatasan aktivitas malam pada warga sampai dengan pukul 21:00 WIB.

Kemudian, untuk pusat perbelanjaan atau mal sampai dengan pukul 21:00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat disertai pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 50 persen.

Sedangkan pasar rakyat atau pasar tradisional mulai pukul 03:00 WIB sampai dengan pukul 20:00 WIB, dengan jumlah pengunjung paling banyak 50 persen.

“Kegiatan di tempat ibadah pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat. Kegiatan di tempat ibadah pada zona orange dan merah PPKM Mikro ditutup,” kata Wali Kota Depok, Idris dikutip pada Sabtu 19 Juni 2021.

Baca Juga: Diduga Hendak Nobar, Dua Orang Malah Dinyatakan Reaktif COVID-19

Untuk perkantoran, diimbau menerapkan work from home (WFH) sebesar 70 persen dan work from office (WFO) sebesar 30 persen, dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

“Pengaturan waktu kerja secara bergantian, dan pada saat WFH tidak melakukan mobilisasi ke daerah lain.”

Dengan trend kasus COVID saat ini, maka Pemerintah Depok akhirnya memastikan belum mengizinkan pembelajaran tatap muka. “Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau online,” tuturnya.

Penyebab PSBB Depok Diperpanjang


Pemerintah Kota Depok akui saat ini kasus COVID-19 di Kota Depok sedang mengalami lonjakan tajam. Pada hari Jumat, 18 Juni 2021 saja tercatat ada lonjakan sebanyak 511 kasus dalam kurun waktu sehari. Ini dicap sebagai lonjakan tertinggi yang terjadi selama pandemi melanda.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok pun menyebut dari total keseluruhan kasus, penyumbang terbanyak dari klaster keluarga.

Ada berapa klaster COVID-19 di Kota Depok? Baca selengkapnya di sini: Jangan Anggap Remeh, 24 Klaster Ini Penyumbang Angka COVID-19 (rul/*)

 

Editor: Zahrul Darmawan - DepokToday.com

Tags

Terkini

X