Peringatan untuk Indonesia, Malaysia Temukan Pasien Varian Delta AY.4.2

ilustrasi corona (istimewa)

DepokToday –  Hingga saat ini, kasus varian COVID-19 Delta AY.4.2 belum diketahui ada di Indonesia atau tidak. Meski begitu Pemerintah terus berusaha mengantisipasi varian itu masuk ke Indonesia.

Lainnya dengan Indonesia, sejumlah negara telah mengonfirmasi varian baru COVID-19 ke wilayah mereka.  Salah satunya ialah Malaysia.

Lewat Kementrian Kesehatan mereka, Malaysia  mengumumkan ada dua kasus sub varian Delta AY.4.2 pertama yang telah terdeteksi.

Temuan varian baru ini bisa menjadi warning bagi Indonesia di tengah kasus COVID-19 yang tengah melandai.

Melansir dari Suara.com, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham mengonfirmasi bahwa ada dua kasus subvariant Delta AY.4.2 pertama yang telah terdeteksi di negaranya.

Dalam sebuah pernyataan Tan Sri Dr Noor Hisham mengatakan, bahwa sub variant Delta AY.4.2, yang juga dikenal sebagai varian Delta plus terdeteksi dari dua siswa Malaysia yang baru saja kembali dari Inggris pada 2 Oktober 2021 lalu.

Kedua warga negara Malaysia yang terinfeksi sub variant Delta AY.4.2 itu tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 2 Oktober 2021. Mulanya, hasil tes RT-PCR pertama mereka menunjukkan hasil negatif.

Malaysia Pantau Pasien COVID-19 Varian Delta

“Tapi, tes kedua mereka pada 7 Oktober 2021 menunjukkan hasil positif. Hasil full genome sequencing yang dilakukan oleh UKM Lembaga Biologi Molekuler Medis (UMBI-UKM) dirilis pada 30 Oktober 2021 lalu,” kata Dr Noor Hisham dikutip dari New Straits Times.

Dr Noor Hisham mengatakan bahwa vaksin COVID-19 yang sekarang ini tersedia masih efektif digunakan untuk melawan varian Delta AY.4.2.

Di samping itu, tindakan karantina dan pengujian berkala juga membantu mengurangi risiko penularan varian virus corona itu di Malaysia, terutama di titik masuk internasional.

Baca Juga: Tokcer, Ini Resep Jitu Zaidul Akbar Hilangkan Pegal dan Kolesterol

Saat ini, Dr Noor Hisham pun terus memantau dan memastikan subvariant Delta AY.4.2 ini sudah menyebar lebih luas di Malaysia atau belum.

Pada akhir Oktober 2021, varian Delta AY.4.2 termasuk dari 10 persen sekuensing genom penuh yang dilakukan di Inggris.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah mengklasifikasikan varian ini memiliki dua mutasi genetik tambahan, yakni Y145H dan A222V sebagai Variant Under Investigation (VUI) pada 20 Oktober 2021.

Jumlah Kasus COVID-19 selain Varian Delta AY.4.2

Sementara itu, Malaysia telah mendeteksi virus corona varian Delta sebanyak 90 kasus. Sedangkan, Lembaga Penelitian Medis (IMR) telah mendeteksi sebanyak 44 kasus dan UMBI-UKM menemukan 46 kasus.

Sebagian besar kasus ditemukan di Johor dan Sabah. Kedua negara bagian itu melaporkan 27 kasus, Negri Sembilan 10 kasus, Selangor 10 kasus, Kuala Lumpur 9 kasus, Pahang 4 kasus, Kelantan, Malaka dan Perlis yang masing-masing 1 kasus.

Kemudian, dua kasus subvariant Delta AY.4.2 ditemukan di Negri Sembilan. Dr Noor Hisham mengatakan total kasus Variant of Concern (VOC) dan Variant of Interest (VOI) menjadi 3.782 kasus.

Berdasarkan jumlah tersebut, 3.762 merupakan kasus VOC yang terdiri dari 3.522 kasus varian Delta, 226 kasus varian Beta dan 14 kasus varian Alpha. Sebanyak 20 kasus sisanya adalah VOI yang terdiri dari 13 kasus varian Theta, Kappa (empat) dan Eta (tiga). (lala/*)