Periksa Pejabat, Polisi Bidik Tersangka Lain di Tragedi PDAM Depok   

Puslabfor Mabes Polri lakukan pemeriksaan di lokasi proyek PDAM Depok Jaya. (DepokToday.com)
Puslabfor Mabes Polri lakukan pemeriksaan di lokasi proyek PDAM Depok Jaya. (DepokToday.com)

DepokToday- Polisi telah menetapkan satu orang sebagai tersangka atas tragedi berdarah proyek PDAM Depok. Ia adalah pegawai operator crane (jenis alat berat). Akibat kejadian ini, tiga orang warga mengalami luka serius.

Terkait hal itu, polisi tak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain. Guna penyelidikan lebih lanjut, sejumlah petinggi PDAM Depok pun akan diperiksa.

“Nanti kalau ada hasil dari Puslabfor Mabes beberapa hari kedepan, kemungkinan untuk petunjuk misalnya tersangka lain akan diupayakan lagi. Yang jelas (beberapa hari lalu) satu tersangka ditetapkan,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Horoes Bruno dikutip pada Senin 18 Oktober 2021.

Baca Juga: Pemkot Depok Verifikasi 1.741 Titik Kerusakan Akibat Puting Beliung

Lebih lanjut Yogen kembali menegaskan, semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut tak luput dari pemeriksaan.

“Nanti semua (termasuk pemilik proyek) kita panggil. PDAM juga akan kita panggil,” janjinya.

Penyebab Kecelakaan Proyek PDAM Depok

Sampai saat ini, polisi telah memeriksa empat orang saksi. Dari hasil penyelidikan sementara, satu pegawai operator crane telah ditetapkan sebagai tersangka.

Yogen menambahkan, dari olah TKP diketahui, dugaan sementara crane itu roboh dan menimpa rumah warga dikarenakan kelalaian.

“Ada kesalahan pijakan dari konstruksinya sehingga crane miring ke kanan dan jatuh. Kelalaian.”

Baca Juga: Berikut Fakta-fakta Crane di Proyek PDAM Tirta Asasta Jatuh, Sudah Sempat Diprotes Warga

Atas kejadian ini, tersangka bakal terancam dengan jeratan Pasal 360 tentang kelalaian yang menyebabkan tiga orang terluka.

“Tersangka tidak ditahan cuma diamankan 1×24 jam dan wajib lapor. Kalau ditahan kita akan terkendala masalah waktu penahanan,” ujarnya. (rul/*)