#PercumaLaporPolisi Disorot Jadi Momen Herawati Tuntut Haknya

Seorang perempuan mendatangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan kejelasan kasusnya. (Foto: Istimewa)
Seorang perempuan mendatangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan kejelasan kasusnya. (Foto: Istimewa)

DepokToday – Ramai tagar #PercumaLaporPolisi belakangan ini menjadi momen yang digunakan seorang ibu rumah tangga bernama Herawati untuk kembali memperjuangkan haknya.

Dirinya mendatangai Polda Metro Jaya pada Jumat 15 Oktober 2021 untuk meminta perlindungan hukum sekaligus kejelasan atas laporan kepada polisi soal tindak pidana pemalsuan yang tak kunjung diproses.

Herawati mendatangi Polda Metro Jaya bersama pengacaranya Andi Rudini Lumban Gaol. Di sana mereka mengungkapkan, jika laporan telah dibuat sejak 2013 lalu. Namun tidak ada progres hingga saat ini.

“Buat apa kita buat laporan polisi kalau tidak ditindaklanjuti, makanya akhir-akhir ini muncul hastag percuma lapor polisi,” ungkap pengacara Herawati, Andi.

Dia mengatakan, kliennya menduga ada penyelubungan aset atas gugatan harta gono gini atas perceraian Herawati dengan mantan suaminya berinisial SER. Dia yang bercerai dengan mantan suaminya mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timus, namun saat itu hakim hanya mengabulkan sebagian gugatan Herawati, sedangkan sebagian banyak ditolak.

Dari sana pihaknya menduga ada penyelubungan aset yang didapat selama pernikahan diduga melibatkan pemalsuan dokumen.

Maka dari, laporan polisi dibuat, tapi tidak ada yang diproses. Termasuk juga dengan laporan terakhir yang dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Polres Metro Jakarta Timur. Polisi disebut mengalami kendala memanggil para saksi.

Baca Juga: Crane Proyek Jatuh, Ini Penjelasan Dirut PDAM Tirta Asasta

“Kasus pembunuhan saja bisa mereka ungkap, artinya hanya ada dua kemungkinan, tidak mau (menyelesaikan laporan) atau tidak mampu,” papar dia.

Dia memaparkan, penyelubungan aset yang diduga dilakukan oleh mantan suaminya mengatasnamakan aset yang dimiliki jadi milik orang lain. Seperti pembuatan akta perjanjian yang diduga palsu agar aset yang ada dianggap milik pihak ketiga, bukan punya SER. Total nilai harta yang diselubungkan diperkirakan mencapai Rp40 miliar. Mulai dari rumah, tanah, mobil.

“Mereka membuat akta palsu dan akta palsu itu digunakan ke Pengadilan Jaktim (sebagai bukti), supaya (hartanya) tidak bisa dibagi, tidak bisa digugat saya,” kata Herawati sambil menangis.

Diketahui, warganet menggaungkan tagar #PercumaLaporPolisi di Twitter pada Kamis, 7 Oktober 2021. Gara-gara, ada berita tentang tiga anak diperkosa tapi proses penyelidikannya justru dihentikan oleh polisi. (lala/*)