Perbaikan Saluran Air Pasar Kemirimuka Tetap Dilakukan, Padahal Ada Penolakan

Pekerja melakukan perbaikan saluran air di Pasar Kemirimuka.(DepokToday/Hen)

KEMIRIMUKA-Perbaikan saluran air di area Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, tetap dilaksanakan, Selasa (31/3/2020). Padahal, pengerjaan proyek tersebut menuai penolakan dari sejumlah pihak karena pasar tradisional ini dalam status quo.

Oleh karenanya, Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Romulo Silaen, meminta kepada para pekerja untuk menghentikan aktivitasnya.

Sebab menurut Romulo, aktivitas pekerja proyek saluran air di Pasar Kemirimuka bertentangan dengan maklumat Kapolri tentang masa tanggap darurat pandemi virus Covid-19.

“Perbaikan saluran air tersebut mengajak massa untuk berkumpul di suatu tempat,” katanya kepada wartawan.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz telah mengeluarkan maklumat nomor II/III/2020. Maklumat mulai berlaku sejak tanggal 19 Maret hingga selesai.

Maklumat ini secara umum meminta masyarakat membatasi kegiatan yang berpotensi membuat kerumunan massa.

Tindakan hukum bisa dikenakan bagi warga yang membandel terhadap imbauan pihaknya.

Ia melanjutkan, pasal yang bisa dikenakan terhadap mereka yang membandel yakni pasal 212 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

“Kami nilai mereka telah melanggar Maklumat Kapolri, seharusnya kepolisian membubarkan pekerjan perbaikan saluran air tersebut,” tuturnya.

Kata Romulo, dalam status quo ini tidak ada satupun pihak yang boleh melakukan perbaikan saluran air di Pasar Kemirimuka, termasuk pedagang dan Pemkot Depok.

“Ngapain mereka memperbaiki saluran air di Pasar Kemirimuka, kan bukan hak mereka seharusnya mereka sadar,” tegasnya.

(hen)