Perbaikan Saluran Air di Pasar Kemirimuka akan Dibawa ke Jalur Hukum

Bahan material untuk perbaikan saluran air di Pasar Kemirimuka.(DepokToday/Hen)

BEJI-PT Petamburan Jaya Raya atau PT PJR akan membawa persoalan perbaikan saluran air di Pasar Kemirimuka, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok, ke jalur hukum.

PT PJR tidak akan pandang bulu untuk melaporkan siapa saja yang melakukan perbaikan tersebut. Sikap tegas ini lantaran status lahan Pasar Kemirimuka adalah milik PT PJR.

“Kami keberatan (rencana perbaikan saluran air-red). Kami sudah kirimkan surat ke dinas terkait agar perbaikan saluran tidak dilakukan,” beber Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Richard Yosafat, kepada wartawan, Jumat (20/3/2020).

Richard menjelaskan, kliennya (PT PJR-red) berhak untuk menolak perbaikan mengingat lahan berikut bangunan di Pasar Kemirimuka adalah milik PT PJR yang sudah memenangkan persidangan sebanyak sembilan kali atas Pemkot Depok.

Ia pun kembali menegaskan, hal itu berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI dalam tingkat Kasasi Nomor 695 K/Pdt/2011 jo Putusan Mahkamah Agung RI dalam tingkat Peninjauan Kembali Nomor 476 PK/Pdt/2013 yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Bahwa klien kami selaku pemilik Pasar Kemirimuka keberatan rencana perbaikan saluran air tanpa adanya izin dari klien kami,” katanya.

Menurut dia, segala sesuatu yang berkaitan dengan Pasar Kemirmuka, seperti perbaikan, haruslah mendapat persetujuan dari PT PJR.

“Jika ada pihak tetap melakukan perbaikan saluran air di Pasar Kemirimuka tanpa adanya persetujuan dari PT Petamburan Jaya Raya, maka pihaknya akan mengambil langkah hukum atas hal tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kemirimuka, Yahya Barhaya, menyatakan, rencana perbaikan saluran air di Pasar Kemirimuka tidak bisa dilakukan karena status Pasar Kemirimuka milik PT PJR sesuai dengan putusan Mahkamah Agung.

“Kami tolak perbaikan saluran air di Pasar Kemirimuka oleh Pemkot Depok, pedagang serta pihak lain tidak sepatutnya, dan siapapun tidak boleh memperbaiki saluran air tersebut,” jelasnya.

Kata Yaya, rusaknya fasilitas dan sarana di Pasar Kemirikuka karena Pemkot Depok yang selalu mengulur waktu Pasar Kemirimuka.

“Disini kan sudah jelas klien kami yang memenangkan putusan MA, jika Pemkot mengakui putusan tersebut maka klien kami PT PJR bisa merenovasi pasar Kemirimuka menjadi aman, nyaman dan bersih,” tegasnya.

Hingga kini, belum ada komentar dari Pemkot Depok terkait rencana perbaikan saluran air tersebut.

DepokToday pun meminta keterangan Kepala UPT Pasar Kemirimuka, Sabeni. Ia mengaku tidak pernah menganggarkan perbaikan saluran air di pasar tradisional itu.

(hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here