Peraturan Baru Kim Jong Un, Buang Sisa Makanan Dihukum

Kim Jong Un. Foto: KCNA.
Kim Jong Un. Foto: KCNA.

DEPOK- Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un kembali mengeluarkan kebijakan kontroversial. Kali ini ia akan menghukum warganya yang kedapatan menyia-nyiakan makanan di tengah kondisi pandemi saat ini.

Tak main-main, ancaman Kim Jong Un soal ‘mubazir’ makanan itu diperkukuh dengan ancaman hukum pidana dengan dalih gagal melindungi ekonomi negara dengan menyia-nyiakan makanan.

Dilansir laman daily star, peraturan tersebut merupakan arahan baru dari Komite Sentral Partai Pekerja Korea Utara.

Disebutkan dalam media lokal bahwa sejak tiga topan yang menghancurkan lahan pertanian sejak Agustus hingga September membawa dampak yang buruk bagi kondisi ekonomi Korea Utara.

Terlebih lagi dampak pandemi sejak awal 2020, membuat hampir sebagian esar penduduk Korea Utara kelaparan.

Baca Juga: Masa Kecil Kim Jong Un, Bocah Manja yang Dilatih Minim Empati

Seorang sumber mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa kebijakan pemerintah Korea Utara ini sudah diberlakukan pada awal November ini.

“Pada awal bulan ini, Komite Sentral memerintahkan warga untuk berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan krisis pangan tahun ini sebagai bagian dari perjuangan hemat pangan.”

Lebih lanjut disebutkan bahwa pemerintah menekankan bahwa perjuangan tidak hanya menyelesaikan masalah bagaimana kita akan makan, tetapi juga masalah perlindungan sistem sosialis.

Penerapan yang akan dilakukan terkait kebijakan tersebut adalah patroli dari pihak berwenang yang tak segan menangkap warganya yang kedapatan membuang limbah makanan.

“Ia juga memperingatkan bahwa pihak berwenang akan meningkatkan tindakan keras dan hukuman untuk setiap tindakan yang terkait dengan limbah makanan,” katanya.

Sejak Januari, semua perdagangan dengan dunia luar telah dihentikan akibat pandemi, termasuk perbatasan darat di utara dengan China.

Itu terjadi saat warga Korea Utara menantikan perayaan Tahun Baru yang biasanya dirayakan dengan melimpahnya makanan di meja makan keluarga.

Aturan Tegas Kim Jong Un

Komite Sentral telah memerintahkan untuk tidak mengatur meja upacara dengan makanan apalagi terbuat dari biji-bijian. Hal tersebut diterapkan dengan menaikkan harga biji-bijian agar daya beli masyarakat Korea Utara menurun.

“Pemerintah Kim menyarankan hanya buah dan sayuran yang harus disajikan, sementara para tamu harus disajikan mie hanya dengan kue beras dan roti yang tidak termasuk dalam menu.”

Kelaparan yang meluas di negara itu diperkirakan memengaruhi jutaan orang.

Beberapa waktu lalu, Kim Jong Un juga melarang warganya untuk menggunakan kayu bakar diketahui bahwa Korea Utara telah melarang kayu bakar, sehingga hal itu memaksa warga yang berjuang menghadapi cuaca dingin untuk memperjualbelikaan ranting secara diam-diam.

Langkah pembatasan penggunaan kayu bakar dilakukan pemerintah Korea Utara untuk membendung deforestasi. (rul/*)