Penyebar Berita Hoak di Pasar Kemirimuka Bisa Dipolisikan

0
139
Pedagang Pasar Kemirimuka kompak membantah kabar hoak tentang penggusuran.(DepokToday/Hen)

KEMIRIMUKA-Pihak yang melakukan penyebaran berita tidak benar atau hoak mengenai Pasar Kemirimuka akan digusur, bisa dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Tradisional Margonda Depok atau PPTMD, Yaya Barhaya, mengatakan hal itu kepada wartawan, kemarin.

“Enggak benar itu yang mengatakan kalau pendataan oleh PPTMD untuk kegiatan penggusuran, pendataan dilakukan untuk mendataa kepada pedagang yang ingin berjualan,” katanya.

Yaya mengatakan, ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyampaikan kepada para pedagang kalau pendataan pendaftaran yang diberikan oleh PPTMD untuk kegiatan penggusuran.

“Kami ingatkan lagi kalau pendataan untuk pedagang yang ada di Pasar Kemirimuka, bukan untuk kegiatan penggusuran melainkan untuk pendataan kepada para pedagang yang ingin tetap berjualan di Pasar Kemirimuka,” jelasnya.

Dia menyatakan, PPTMD statusnya sudah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM serta Kantor Kesbangpol yang sah sesuai dengan Undang undang yang berlaku.

Bahkan struktur keorganisasian PPTMD sudah terbentuk, dimana yang diisi oleh orang orang memiliki Sumber Daya Manusia yang baik dan berkompetensi.

“Kepengurusan PPTMD sudah kami bentuk terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM jadi organisasi yang sah di Pasar Kemirimuka adalah kami PPTMD,” bebernya.

“Jadi jika ada pihak pihak lain yang menghasut para pedagang dengan isu pendataan oleh PPTMD adalah untuk eksekusi pihak tersebut merupakan pihak yang tidak bertanggung jawab,” Yaya menambahkan.

Pihak tersebut merupakan pihak yang tidak mau akan adanya kemajuan, inovasi dari Pasar Kemirimuka itu sendiri.

Yaya mengimbau kepada para pedagang jangan asal percaya dengan isu isu kalau pasar Kemirimuka akan digusur.

“Enggak ada itu gusur, yang ada hanya perbaikan pasar Kemirimuka menjadi pasar tradisional yang lebih baik dari saat ini,” terangnya.

Jika pedagang membutuhkan informasi tentang pasar bisa datang ke kantor sekretariat di parkir barat.

Yaya menambahkan, sebagai upayanya dia bersama seluruh anggota PPTMD dan pedagang Pasar Kemirimuka yang berjumlah kurang lebih 1.500 pedagang melayangkan surat kepada Pengadilan Negeri Depok dan melaksanakan eksekusi.

“Makanya kami perkumpulan pedagang Pasar Kemiri Muka Depok telah melayangkan surat kepada pengadilan agar menyiapkan eksekusinya,” kata Yaya.

Perlu diketahui, lahan Pasar Kemiri Muka jadi rebutan PT Petamburan Jaya Raya (PJR) dan Pemkot Depok. PT PJR merasa tanah tersebut telah sah menjadi miliknya berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI dalam tingkat Kasasi Nomor 695 K/Pdt/2011 jo Putusan Mahkamah Agung RI dalam tingkat Peninjauan Kembali Nomor 476 PK/Pdt/2013 yang telah berkekuatan hukum tetap.

Namun, atas pertimbangan keamanan pada saat itu, rencana eksekusi ditunda oleh Pengadilan Negeri Depok dan hingga hari ini eksekusi itu tak kunjung dilakukan hingga saat ini.

Pedagang berharap masalah Pasar Kemirimuka selesai sesuai dengan putusan pengadilan sehingga kondisi pasar ini bisa dibenahi menjadi pasar yang bersih aman, nyaman, dan modern.

Di lokasi sama Dewan Penasehat PPTMD Widodo menambahkan para pedagang sudah lelah bolak balik ke Pengadilan untuk mengikuti persidangan namun gugatan para pedang tetap kalah.

Dia mengatakan sudah selayaknya masalah Pasar Kemirimuka diselesaikan menurut dia jika masalah ini berlama lama malah maka yang dirugikan pedagang dan Pemkot Depok itu sendiri.

Kondisi Pasar menjadi kotor yang mengakibatkan rendahnya nilai penghargaan lingkungan hidup adipura karena joroknya pasar Kemirimuka.

Intinya pedagang di Pasar Kemirikuka tidak diusir dan Pasar Kemirimuka tetap menjadi pasar tradisional.

“Kami ingat saat pertemuan dengan PT Petamburan Jaya Raya yang tidak akan menggusur pedagang namun akan membagun pasar tradisional yang lebih baik,” ungkapnya.

Dia berharap kedepannya masalah Pasar Kemirimuka bisa diselesaikan segera dan pedagang tetap berdagang dengan tenang.

(hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here