Penyaluran BST Bermasalah Diduga Salah dari Kantor Pos, Kadinsos: Harusnya dari Rumah ke Rumah

Ilustrasi bantuan sosial (Bansos) tunai (Istimewa)
Ilustrasi bantuan sosial (Bansos) tunai (Istimewa)

DepokToday – Adanya pemotongan uang Bantuan Sosial Tunai atau BST di RW5, Kelurahan Beji, diduga tidak terlepas karena adanya mekanisme penyaluran yang salah dari petugas Kantor Pos. Sebab, secara ketentuan, pemberian BST kali ini dilakukan dengan cara dari rumah ke rumah.

Mekanisme penyaluran BST yang salah ini juga diperkuat dengan keterangan ketua lingkungan. Menurut Ketua RW5, Kelurahan Beji, Kuseri. Petugas Kantor Pos tidak memberikan BST tersebut dari rumah ke rumah, melainkan dengan cara mengumpulkan penerima di satu tempat dengan didampingi Ketua RT.

“Artinya jangan berkerumun. Kemarin kita atur per RT per jam,” jelas Kuseri usai mengembalikan uang hasil pemotongan BST di kawasan Beji, pada Kamis 29 Juli.

Sama halnya dengan Kuseri, salah seorang warga RW5, Kelurahan Beji, Mahadi menyebutkan, proses pemberian BST secara terpusat, tidak dari rumah ke rumah. “Di sini semua (pos KSTJ). Gak door to door,” ucap dia.

Baca Juga: Pengurus RW yang Potong BST Kembalikan Uang, Pengakuannya Begini

Meski begitu, Mahadi termasuk orang yang setuju dengan urunan yang dilakukan. Sebab, menurut dia itu semua juga untuk kepentingan warga.

“Kepentingan kita semua itu ambulans. Abang mungkin tahu, ada warga kita meninggal, kita sampe sewa ambulan. Warga saya 4 orang meninggal covid. Jadi sangat dibutuhkan itu,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Depok Usman Haliyana menegaskan, sesuai aturan yang ada, untuk penyaluran BST kali ini, dilakukan dengan sistem door to door, jadi tidak boleh langsung ke ketua lingkungan.

Dirinya sendiri telah mengetahui tentang adanya pemotongan tersebut dan meminta lurah setempat mengani masalah ini.

“Yang namanya pemotongan itu tidak dibenarkan, kan diserahkannya oleh PT Pos langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM), jadi harus diterima utuh,” jelas dia.

Dia menegaskan, selama ini mekanisme penyaluran BST tidak diberikan secara langsung kepada pengurus lingkungan. Melainkan melalui Kantor Pos. “Tapi ini harus ditanya juga ke Kantor Pos bagaimana mekanismenya ya,” terang dia.

Sebelumnya, diketahui jika warga penerima bansos mengeluh di media sosial soal pemotongan ini. Dari bantuan yang diberikan sebesar Rp600 ribu, uang penerima bantuan diminta untuk menyumbang sebesar Rp50 ribu.

Usai viral, semua uang yang berhasil terkumpul dikembalikan kembali ke warga penerima.(lala/*)