Penjelasan Tentang Salat Witir

PERTANYAAN: Kalau stelah teraweh witir, lalu malam tahajud, sebaiknya witir lagi apa cukup yang udah kiai?

JAWABAN:

Salat witir itu sunnah, bahkan di sebagian ulama ada yang berpendapat wajib. Keutamaan witir adalah paling utamanya salat sunnah, Alloh itu ganjil, oleh karenanya senang dengan perkara yang ganjil, kata Nabi : siapa yang tidak witir bukanlah golonganku.

Waktunya sejak setelah melaksanakan salat Isya’ sampai terbitnya fajar shodiq, yang utama adalah dilaksanakan paling akhir dari serangkaian salat sunnah malam bagi orang yang biasa salat malam, tapi bagi orang yang tidak terbiasa atau jarang-jarang bangun malam, maka sebaiknya dilaksanakan setelah salat Isya’.

Rakaatnya paling sedikit adalah satu rakaat, tapi melanggengkan satu rakaat hukumnya makruh tanpa udzur, makanya paling tidak adalah tiga rakaat, sedangkan paling banyak adalah sebelas rakaat.

Tiga rokaat itu boleh disambung dengan sekali salam, boleh dengan satu tasyahhud atau dua tasyahhud. Atau dua rakaat salam, kemudian satu rakaat salam (cara ini yang lebih utama).

Disunnah pada rakaat pertama baca surat Al-a’la, rakaat kedua baca surat Al-kafirun dan rakaat ketiga baca surat Al-ikhlas dan Al-mu’awwidzatain.

Kalau melaksanakan salat witir di awal waktu, kemudian melaksanakan salat tahajjud maka dibolehkan. Orang yang terbiasa salat witir kemudian suatu ketika tertinggal, maka boleh diqodlo, dan waktu utamanya qodlo witir adalah pada waktu salat dhuha.

REFERENSI :
Kitab At-taqrirotus sadidah 281-282
Nihayatul muhtaj juz 5 hal 321

Bagi Anda yang ingin konsultasi dapat mengirimkan pertanyaan ke inbox Facebook Depok Today, kirim pesan via Instagram DepokTodayCom, atau ke email: [email protected] Identitas Anda bisa disebutkan dan jika tidak berkenan karena sesuatu hal, juga dapat kami samarkan. Terima kasih.

(red/*)