Pengusaha Korea Raib Setelah PHK 300 Buruh di Depok

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno. (Istimewa)

MARGONDA- Pandemi COVID-19 yang melanda sejak setahun terakhir telah memberikan dampak buruk tidak hanya bagi kesehatan, tapi juga berimbas pada sektor ekonomi atau dunia usaha.

Di Kota Depok, bahkan tercatat ada sekira lebih dari 500 buruh yang terpaksa kehilangan pekerjaan akibat mengalami Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK.

Ironisnya lagi, tak sedikit dari mereka yang belum mendapatkan hak-haknya. Seperti yang terjadi pada ratusan pekerja di PT KL. MAS.

“KL. MAS yang kena PHK sekira 300 orang. Karena mereka bukan anggota serikat pekerja, jadi kita mau masuk (intervensi) enggak bisa kecuali mereka datang minta dikuasakan ke kita, kita perjuangkan,” ucap Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno, Rabu 10 Maret 2021

Baca Juga: 500 Buruh Depok Jadi Korban PHK

Meski tidak bisa ikut campur terlalu dalam, namun Wido mengaku telah berupaya melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Tapi sayangnya, bos perusahaan tersebut hingga kini tak diketahui keberadaannya.

“Sudah ada putusan Disnaker berapa yang harus dibayarkan, hanya saja pengusahanya kabur untuk KL MAS, dari Korea,” ujarnya

Selain Disnaker, Wido juga sempat berkoordinasi ke Imigrasi. Namun hingga kini belum diketahui perkembangan atas kasus tersebut.

“Kita belum kontrol lagi, tapi prinsipnya kita hanya bisa melakukan seperti itu karena mereka bukan anggota kita,” katanya

Selain KL. MAS, nasib yang tak jauh berbeda juga dialami ratusan pekerja di PT. Tang Mas, Depok.

“Sekarang sudah tutup mereka (PT Tang Mas). Sebenarnya mereka itu bermasalah bukan karena pandemi saja. Sebelum pandemi sudah PHK 200-an orang sekarang di saat pandemi malah ditutup,” tuturnya.

Hak-hak para pekerja di tempat itu, lanjut Wido, sampai saat ini pun belum terselesaikan.

“Karena itu serikat pekerja nya SPSI kita support saja, bagaimana teman-teman melaksanakan sampai detik hari ini lagi dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here