Pengmas FKG-UI Gagas Kampanye Sikat Gigi Bersama di Sekolah

Pengmas FKG UI (istimewa)

JATINEGARA– Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG-UI) melalui tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dari Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Kedokteran Gigi Pencegahan menggelar kampanye sikat gigi bersama di sekolah.

Sejumlah rangkaian kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan bagi para guru SD dengan menggunakan buku cerita bergambar karya Ketua Tim Pengmas FKG UI Prof. Risqa Rina Darwita. Tak itu, pada kegiatan ini juga disertakan praktik langsung sikat gigi bersama.

Pada kegiatan ini, tim Pengmas FKG UI juga menyerahkan hibah untuk mendukung keberlangsungan program sekolah, yakni berupa dua set sink dengan enam keran air dan phantom beserta sikat giginya bagi murid kelas satu dan dua di SD 11 Cipinang Besar Utara dan SD YBPK di Cipinang, Jatinegara. Program ini berlangsung sejak bulan Juli hingga November 2019.

Kegiatan ini melibatkan dokter gigi di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kepala Sekolah, Guru UKS, Guru SD kelas satu sampai kelas enam, dan komite orang tua murid. Sedangkan tim Pengmas dari Departemen IKGMP FKGUI melibatkan empat orang mahasiswa FKG UI dan empat orang dokter gigi baru yang membantu pelatihan guru, serta pemeriksaan gigi seluruh murid secara gratis.

Buku Cerita Bergambar berjudul Sikat Bersih Monster Gigi merupakan karya Prof. Risqa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan guru untuk memotivasi para murid untuk menyikat gigi secara teratur di sekolah setiap sesudah waktu bermain atau waktu istirahat di sekolah.

Tim Pengmas mengajak para guru dapat membacakan materi dari buku setiap hari, sehingga para murid selalu termotivasi untuk melakukan program sikat gigi di sekolah dan berani memeriksakan gigi ke dokter gigi di puskesmas/klinik/pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

“Buku ini tidak hanya bersifat sebagai buku cerita melainkan dapat berfungsi sebagai buku pelajaran tentang mencegah terjadinya gigi berlubang,” kata Risqa, Jumat 15 November 2019

Menurut Risqa, upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut harus sedini mungkin dilakukan pada anak sekolah. Program dapat diterapkan melalui kegiatan pokok kesehatan gigi dan mulut yang diselenggarakan secara terpadu melalui kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang melibatkan guru, murid sekolah dan orang tua murid, serta tenaga kesehatan seperti dokter gigi dan perawat gigi.

“Diharapkan, program Sikat Gigi Bersama yang dilakukan di sekolah dan dipimpin oleh guru sekolah dapat menumbuhkan perilaku murid-murid sekolah yang termotivasi oleh gurunya untuk melakukan sikat gigi secara teratur di sekolah dan di rumah. Dengan demikian dapat membantu mencegah terjadinya penyakit gigi berlubang.”

Latar belakang pelaksanaan program ini didasarkan atas Riskesdas 2018 yang menunjukkan data bahwa permasalahan gigi dan mulut pada anak usia 5- 9 tahun sebesar 67,3 persen dengan prevalensi gigi berlubang sebesar 92,6 persen.

“Gigi berlubang atau yang dikenal sebagai penyakit karies gigi merupakan penyakit multifactorial. Sebagian besar penyakit gigi berlubang terutama pada anak anak disebabkan karena perilaku individu yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makan-makanan manis dan tidak rajin menyikat gigisecara teratur,” ujarnya

Data yang sama menuliskan juga tentang proporsi menyikat gigi dengan teratur dan benar pada masyarakat di Indonesia hanya sebesar 2,8 persen, sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat pengetahuan dan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi masyarakat di Indonesia masih cukup rendah. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here