Pengamat Politik Ungkap Kekuatan Besar Habib Rizieq di Pilpres 2024

Habib Rizieq Shihab (Istimewa)
Habib Rizieq Shihab (Istimewa)

DEPOK- Kendati Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 masih terbilang lama, namun sejumlah nama sudah mulai digadang-gadang menang. Salah satunya yang turut disebut-sebut adalah mantan petinggi FPI, Habib Rizieq Shihab.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Habib Rizieq dikenal memiliki pengikut atau simpatisan yang besar di Indonesia.

Itulah mengapa, dengan modal penting tersebut, dia bisa saja membuat kejutan dan terpilih sebagai pemimpin negara. Lantas, seberapa besar peluangnya?

Pengamat politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi mengatakan, kekuatan Habib Rizieq untuk Pilpres 2024 sebenarnya masih besar, bahkan mengungguli banyak kandidat beken lainnya.

Namun, kini dia terganjal satu masalah, yakni vonis empat tahun penjara akibat kasus swab test di RS Ummi, Bogor.

“Saya meyakini Habib Rizieq masih punya kekuatan pada Pilpres 2024,” kata Asrinaldi dikutip pada Minggu 18 Juli 2021.

Menurut dia, Habib Rizieq Shihab paling piawai memobilisasi massa. Bahkan, untuk mengumpulkan jutaan orang saja, baginya terbilang mudah.

Sehingga, secara tak langsung dia mengingatkan, kandidat lain patut waspada dengan kekuatan sang ‘Imam Besar’ pada Pilpres mendatang.

“Kalau bicara tentang realitas, kekuatan Habib Rizieq Shihab saya pikir cukup berpengaruh dalam memobilisasi massa,” ujarnya.

Pengaruh Habib Rizieq Shihab

Berbeda dengan Asrinaldi, mantan Wakil Presiden (Wapres) periode sebelumnya, Jusuf Kalla alias JK memastikan, Habib Rizieq tak punya pengaruh besar di Pilpres 2024 mendatang, baik sebagai kandidat maupun pendukung.

Baca Juga: Imam Budi Hartono Batal Rilis Lagu Usai Diserbu Netizen, Ini Sebabnya

JK menyadari, simpatisan Habib Rizieq memang terbilang banyak. Namun, jika dibandingkan dengan seluruh rakyat Indonesia, sepertinya tak akan ada apa-apanya.

“Berapa banyak sih yang bisa dipengaruhi Habib Rizieq? Tidak banyak,” katanya.

Bahkan, menurut JK, sebanyak-banyaknya pendukung HRS yang bergemuruh di jalanan dan muka umum, lebih banyak lagi silent majority atau calon pemilih yang tak banyak bersuara.

“Lebih banyak silent majority yang menentukan, bukan gemuruhnya massa di jalan.” (rul/*)