Pengakuan Miris Korban Penipuan WO di Depok

Ilustrasi pernikahan (istimewa)

MARGONDA- Sejumlah korban penipuan dengan modus jasa penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) Pandamanda, berbondong-bondong melapor ke Polres Metro Depok, Jawa Barat pada Selasa 4 Februari 2020. Sampai sore tadi, tercatat ada puluhan calon pengantin yang tertipu dengan kerugian mencapai sekira Rp 1,5 miliar.

Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, rata-rata korban terjerat setelah melihat harga promo yang ditawarkan pelaku melalui akun media sosial Instagram. Selain harga yang relatif murah sekira Rp 50 hingga Rp 70 juta, korban juga diiming-imingi mendapat sepasang cincin emas seberat 10 gram.

Isnaini, salah satu korban yang sudah terlanjur kena tipu pelaku mengatakan, pihaknya tidak hanya dirugikan secara materi tapi juga dipermalukan oleh perbuatan pelaku. Kala itu, Isnaini melangsungkan pernikahan dengan jumlah mencapai sekira 400 undangan pada Minggu 2 Februari 2020.

“Tapi kita kan namanya orang hajatan sakral tuh kita maunya itu jangan sampai makanannya kurang sampai 1600 paks. Walaupun undangan cuma 400 undangan. Dan ternyata di hari H itu bener-bener zong,” katanya dengan mata berkaca-kaca

Wanita 25 tahun ini mengungkapkan, kejanggalan mulai muncul dari menjelang persiapan pesta pernikahan yang berlangsung di salah satu gedung di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

“Dari jam dua siang orang gedung itu udah nanyain. Mana dekornya, cateringnya gimana, sampai jam tiga enggak ada juga sampai jam empat hari H itu enggak ada. Aku dan keluarga bener-bener pusing,” tuturnya

Beruntung, pesta pernikahan masih bisa berjalan meski pada akhirnya tak sedikitpun makanan maupun minuman yang tersaji.

“Itu untungnya dekornya itu dibantu sama pengelola gedung. Dibantu sama mereka dan janurnya itu bekas orang yang duluan nikah. Terus di janurnya itu enggak ada namanya. Kita enggak ada dekornya. Untungnya juga pas akadnya itu kita dibantu sama pengelola masjid, kita koordinasi dengan pengelola gedung buat handel akad.”

Isnaini menceritakan, proses pesta pernikahan yang dilaluinya sangat menyedihkan. “Dari jam setengah enam sore itu enggak ada yang didekor sama sekali. Meja masih kosong. Catering enggak ada, sampai kita ulur waktu kan setengah delapan malam karena mulainya itu jam tujuh malam,” ujarnya

“Sudah kita ulur setengah delapan kita masuk itu tamu sudah membludak. Itu enggak ada juga (hidangan). Kita kira-kira mungkin datang jam delapan, ternyata enggak ada juga, sampai acara bubar jam setengah sepuluh malam, itu enggak ada juga,” tuturnya dengan nada sedih

Saat itu, Isnaini dan keluarga telah berusaha menghubungi owener WO tersebut, namun tidak ada jawaban. “Dari sebelum akad, diteleponin si Anwar (pelaku) itu enggak diangkat sama sekali.”

Atas kejadian ini, Isnaini mengaku mengalami kerugian hingga Rp 65 juta dengan penawaran paket Rp 70 juta.

“Dari Pandamanda akhir tahun itu ada promo jadi Rp 50 juta, sudah semuanya, catering, MC, video. Itu benar-benar bukan materi aja yang dirugiin tapi juga malunya itu keluarga dan tamu undangan,” ucapnya

Pelaku Ditangkap

Tak butuh waktu lama, polisi yang mendapat laporan akhirnya berhasil meringkus Anwar Said, pria yang disebut-sebut sebagai owner WO tersebut. Ia dibekuk di kantornya di kawasan Pancoran Mas Depok, Jawa Barat tadi siang. Kasubag Humas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Polisi Firdaus mengungkapkan, kasus ini terungkap ketika salah satu korbannya melaporkan ulah pelaku pada Minggu 2 Februari 2020.

“Jadi awalnya kami menerima laporan dari masyarakat yang merasa tertipu oleh salah satu wedding organizer karena ketika acara, makanannya (catering) tidak tersedia,” katanya

Dari hasil pemeriksaan sementara, korbannya ternyata bukan satu orang.

“Selanjutnya kami melakukan pendalaman dan penyelidikan lalu diketahui ada 28 orang yang merasa tertipu,” jelasnya

Rata-rata korban lainnya belum sampai pada hari pelaksanaan (pesta pernikahan), tapi telah menyetor sejumlah uang ke pelaku dengan kisaran Rp 50 hingga Rp 70 juta/event. Mereka melapor lantaran belum ada kejelasan sampai dengan menjelang acara pernikahan.

“Kalau korban pertama acara sudah dimulai tapi makanan enggak ada. Nah puluhan korban lainnya, acara belum mulai, tapi mereka juga sudah setor uang dan tidak ada kejelasan menjelang hari H,” ujarnya

Sejumlah korban yang ditemui di Polres Metro Depok mengaku, tertarik dengan WO tersebut lantaran harga yang ditawarkan murah dan dijanjikan mendapat sepasang cincin seberat 10 gram. Pelaku menggaet para korban melalui media sosial instagram.

Puluhan korbannya ini tidak hanya warga Depok, namun banyak pula yang berasal dari Jakarta dan luar daerah. Hingga kini kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Kami duga jumlah korbannya terus bertambah karena sampai sore ini masih banyak yang melapor,” ucap Firdaus. (rul/*)