Pengadaan Underpass Dewi Sartika Capai Rp59 Miliar

0
179
RENCANAKAN : Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Pancoranmas, akan dibangun underpass kolaborasi Pemkot Depok dengan Pemrov Jabar, Selasa (20/10). iky

DEPOK – Pengentasan kemacetan di Jalan Dewi Sartika yang menghubungkan dengan perlintasan rel kereta api dan Jalan Raya Margonda, memunculkan pembangunan Underpass. Guna memuluskan langkah tersebut, Pemerintah Kota Depok akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp59 Miliar.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok, Dudi Mi’raz Imadudin mengatakan, pengadaan pembangunan underpass atau terowongan Jalan Dewi Sartika masih dalam pengadaan. Pembangunan Underpass akan menghubungkan Jalan Dewi Sartika dengan Jalan Raya Kartini, dan Jalan Raya Margonda.

“Kami masih progress pengadaan lahan dengan sumber dana APBD Kota Depok sebesar Rp59 Miliar,” ujar Dudi, Senin (19/10).

Dudi menjelaskan, ditengah pandemi Covid tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kota Depok, guna memberikan kenyamanan kepada masyarakat pengguna jalan. Apalagi pembangunan Underpass dinilai penting untuk memudahkan sarana transportasi yang berdampak kepada sektor perekonomian maupun sektor lainnya.

Pembangunan Underpass, Pemerintah Kota Depok berusaha melakukan pembebasan lahan. Nantinya, pembangunan fisik akan dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Terdapat dua tahap pengadaan lahan untuk pembangunan underpass, pada tahap pertama dilakukan untuk pengadaan Jalan Raya Margonda dan Jalan Raya Kartini. Pada 2021 nanti, akan dilakukan pengadaan lahan untuk Jalan Dewi Sartika.

“Masih proses pengadaan dan kami akan bertemu warga untuk rapat terkait pengadaan lahan,” terang Dudi.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu proses pengadaan underpass di Jalan Raya Dewi Sartika yang berhubungan dengan Jalan Raya Margonda dan Jalan Raya Kartini. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengucurkan dana sebesar Rp240 Miliar.

“Karena keterbatasan kami berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok, untuk pembangunan konstruksi menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tutup pria yang kerap disapa Emil. (iky/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here