Pengacara Korban First Travel Layangkan Somasi

0
158
First Travel (Istimewa)

DEPOK– Kuasa hukum korban (jemaah) umrah First Travel, TM. Luthfi Yazid akhirnya melayangkan surat keberatan dan somasi terkait proses dan pelaksanaan lelang terhadap aset PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel yang dinyatakan oleh pengadilan dirampas untuk negara.

“Somasi ini diberikan kepada Kementerian Agama, Kementerian Keuangan dan Kejaksaan Agung,” kata Luthfi, Senin 18 November 2019

Dirinya menjelaskan, salah satu dasar somasi adalah Surat Keputusan Menteri Agama No 589 Tahun 2017 yang kala ini menyebutkan, uang jamaah wajib dikembalikan dan atau jamaah diberangkatkan ke tanah suci untuk umroh.

Sementara berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 3096 K/Pid.Sus/2018, aset First Travel harus dikembalikan kepada negara.

“Apabila proses dan pelaksanaan lelang tetap dilanjutkan dan hasil lelang

diserahkan kepada negara, maka kami berpendapat adalah menjadi kewajiban negara untuk memberangkatkan seluruh korban jamaah First Travel yang gagal berangkat umroh,” jelasnya

Oleh sebab itu, lanjut Luthfi pihaknya menyampaikan surat keberatan atas proses dan pelaksanaan lelang terhadap asset First Travel.

“Surat keberatan ini sekaligus sebagai somasi agar tahapan atau proses pelaksanaan lelang tidak diteruskan guna menghindari adanya akibat dan langkah-langkah hukum dikemudian hari.”

Jangan Zalim

Sementara itu, salah satu korban First Travel, Ansurahman mengatakan, dirinya secara pribadi sangat kecewa dengan hasil akhir pada putusan tersebut. Ia merasa, selama kasus ini mencuat tidak ada respon yang berpihak pada para jemaah (korban).

“Kami-kami ini sangat kecewa, kami di zolimi,” katanya

Ketika disinggung apakah akan melakukan upaya hukum lain atas putusan tersebut, Ansurahman mengaku belum tahu akan berbuat apa.

“Saya dan komunitas (para korban) belum ketemu lagi. Saya akan coba apakah ada cara lagi, barangkali teman-teman wartawan tahu apa yang harus kami lakukan.”

Lebih lanjut dirinya menegatakan, tidak ikhlas jika barang atau aset First Travel disita atau dirampas untuk negara. “Saya tidak ikhlas. Kalau saya katakan sama sekali tidak ada keikhlasan saya. Kita korban, kok negara ini bukan mikirkan jamaah. Harusnya kita dikasih keringanan-lah. Walaupun digantinya tidak penuh, saya ingin diberangkatkan saja,” ujarnya

Untuk diketahui, adapun total barang sitaan kasus First Travel sebanyak 820 item, dimana 529 diantaranya merupakan aset bernilai ekonomis.

529 item barang sitaan yang bernilai ekonomis itu antara lain uang senilai Rp 1,537 Milyar, baju dan gaun sebanyak 774 lembar, enam unit mobil, tiga unit rumah tinggal, satu unit apartemen, satu kantor milik First Travel dan benda berharga koleksi bos First Travel seperti kaca mata, perhiasan, ikat pinggang dan sebagainya. (dwi/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here