Peneliti Ungkap Dampak Pandemi Pada Kejiwaan, Ini Hasilnya

0
86
Diskusi bersama Pokja Wartawan Depok (Istimewa)

CIMANGGIS- Pandemi COVID-19 yang melanda sejumlah belahan dunia telah berimbas tidak hanya pada keterpurukan ekonomi, namun juga menambah beban psikologis yang berujung pada tingkat stres seseorang.

Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati menyebut, data itu didapat dari hasil kajian atau penelitian melalui media sosial selama periode 20 Maret hingga 1 November 2020.

Dari penelusuran tersebut didapati, masyarakat aktif melakukan 15 aktivitas selama periode pandemi yaitu, memasak dan mencoba menu baru, memelihara ikan cupang, rebahan, main game, belanja barang online, menggambar, koleksi barang, melihat video orang lain, menonton film, bersepeda.

Kemudian, aktivitas yang belakangan mulai masif dilakukan lainnya adalah mengoleksi tanaman hias, main motor, memlihara kucing, fotografi dan menonton drama Korea.

“Kami menggunakan radar eventori, sebuah alat pemindai percakapan sosial di dunia digital, yang dikembangkan oleh anak-anak muda Indonesia di bidang IT,” katanya saat menjadi pembicara pada diskusi Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Depok, di ruang Alfa X, Cimanggis, Depok, Jumat 13 November 2020

Menarik Lainnya : COVID Melandai, KPU Yakin 77 Persen Warga Depok ke TPS   

Lebih lanjut peneliti Vokasi UI itu menyebut, sejak beberapa bulan terakhir, pihaknya mengamati sekitar 140 juta tweet berbahasa Indonesia. Dan hasilnya, di media sosial muncul berbagai percakapan yang mengungkapkan bagaimana anggota keluarga yang merasa di nomor duakan oleh hobi seperti cupang atau tanaman hias.

“Dimana, seseorang seolah-olah lebih banyak melakukan diskusi dengan cupang atau tanamannya.”

Devie mengatakan, hasil studi big data ini menarik, bila dikaitkan dengan penelitian kualitatif yang dilakukan terhadap warga tentang kondisi mental mereka selama pandemi.

“Temuan kualitatif dengan metode fenomenologi, mengungkapkan bahwa warga mengalami stress. Mereka merasakan himpitan luar biasa,” tuturnya

Menurut keterangan para informan, mereka mengalami tekanan dari dua dunia, offline dan online sekaligus, layaknya makanan burger.

“Mereka melihat dorongan kehidupan nyata dan maya berlangsung dalam satu waktu.”

Devie mencontohkan, seorang ibu muda dengan anak satu misalnya, menyampaikan bahwa dia merasakan bagaimana tuntutan ekonomi untuk bertahan hidup harus beriringan dengan upaya memastikan pendidikan anak terjaga serta situasi di rumah terkendali.

Di masa pandemi, nyaris tidak ada waktu untuk beristirahat. Pekerjaan kantor yang sebagian dilakukan offline dan online, bisa dilakukan di atas jam kewajaran di masa sebelum pandemi seperti di atas pukul 10 malam, mendadak serta dilakukan pada saat libur.

“Tidak heran kalau kemudian, banyak orang yang berupaya mengalihkan dan menyalurkan beban yang mereka rasakan melalui hobi-hobi baru tadi,” paparnya

Disisi lain, kata Devie terdapat dampak positif dengan hobi memelihara hewan. Menurut Asosiasi Depresi dan Kecemasan (ADAA) Amerika Serikat, memelihara hewan, membuat seseorang akan merasa memiliki tujuan hidup, yang justru menjauhkan dirinya dari stress dan depresi.

Jangan Pesimis

Sementara itu, pegiat tanaman hias, Agung Permana mengakui, telah terjadi lonjakan peminat tanaman hias sejak pandemi.

“Dan ini tentu sangat menguntungkan dalam hal bisnis,” katanya

Agung menilai, dengan menyibukan diri bersama tanaman, ada berbagai manfaat postif yang dirasakan seseorang.

“Jadi tidak hanya berpengaruh baik untuk psikologis, namun jika dilakukan secara konsisten bisa menghasilkan keuntungan dari sisi ekonomi,” katanya

Pegiat tanaman hias, Agung Permana (Istimewa)

Ia menyebut, Depok adalah salah satu kota terbesar produsen tanaman hias di wilayah Jawa Barat. “Semua pelaku bisnis tanaman itu yang terbesar di Depok, kemudian Bogor. Kalau tanaman-tanaman yang banyak diburu kolektor itu banyak di Depok.”

Agung mengatakan, jangan pernah berputus asa dengan kondisi yang terjadi saat ini.

“Jadi pesan saya kalau teman-teman yang punya bakat saya siap diskusi, yang berkaitan dengan tanaman ya. Jangan pernah pesimis, ada peluang ayo kita manfaatkan,” tuturnya. (rul/*)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here