Pemuda Indonesia dan Politik

0
125
Winda Hutami (Istimewa)

SETIAP tahun setelah Indonesia merdeka, tanggal 28 Oktober menjadi hari peringatan Sumpah Pemuda.

Banyak kegiatan dilakukan untuk memperingati momentum bersejarah itu, di antaranya seminar, kajian, renungan, dan lain-lain yang intinya bertemakan semangat sumpah pemuda, dengan harapan untuk selalu menjaga dan atau membangkitkan semangat pemuda Indonesia sekaligus mengenang jasa para pahlawan.

Seperti yang disebutkan di muka, berbagai peringatan seremonial yang ada seperti halnya sebuah komedi atau teater sejarah, diadakan setiap tahun dengan berbagai konten pengulangan yang tak menghasilkan apa-apa.

Maka disinilah perlunya kita mendalami makna dan semangat persatuan dalam konteks kemerdekaan republik sehingga kita dapat merenungi mengapa makna persatuan tak disadari dan semangat persatuan hanya setengah hati dilakukan para pemuda saat ini.

Moh Hatta dalam pidatonya yang berjudul “Pemuda Indonesia dan Politik” memberikan beberapa alasan mengapa pemuda Indonesia kala itu-masa pra kemerdekaan, tidak seperti kebanyakan pemuda-pemuda Eropa yang memuaskan dahaga muda dengan hanya bersekolah dan bermain.

Ia mengatakan bahwa pemuda Indonesia tidak mendidik dirinya sendiri, melainkan dididik dalam kondisi dan situasi di mana ia tumbuh berkembang dan dalam masyarakat di mana ia berada.

Artinya ada ruang kesadaran yang terbuka dalam benak pemuda kala itu, bahwa mereka terjajah dan mereka ingin merdeka. Sehingga tersimpulkan suatu cara untuk meraih kemerdekaan, yaitu mereka harus bergerak bersama, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Makna persatuan ini yang menjadi cikal bakal kehadiran berbagai kelompok pemuda dari berbagai daerah dalam Kongres Pemuda II dan semangat persatuan ini yang akhirnya membuat para pemuda itu mengikrarkan kesetiaan terhadap Ibu Pertiwi.

Lebih dari itu hal inilah yang membawa Indonesia merdeka sampai terbentuk Negara Kesatuan. Sebuah lompatan besar akibat dari kran-kran kesadaran yang terbuka.

Tetapi hari ini memperlihatkan kondisi di mana banyak para pemuda enggan untuk memikirkan negara, mereka lebih senang memuaskan dahaga muda.

Maka sudah saatnya momen sumpah pemuda kali ini bukan dijadikan agenda romantisme belaka, tapi dijadikan tanggal komitmen diri kita sebagai pemuda untuk menatap kedepan dengan mission yang jelas akan negara kesejahteraan, adil dan bebas korupsi. Semua berawal dari pemuda.

-Selamat Hari Sumpah Pemuda-

Winda Hutami

Tokoh Perempuan Muda Depok

Wakil Ketua KNPI Depok

Depok, 28 Oktober 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here